SPPG Kalobba, Tellulimpoe : Jaga Gizi Anak Lewat Makanan Bergizi dan Higienis

SPPG Kalobba, Tellulimpoe : Jaga Gizi Anak Lewat Makanan Bergizi dan Higienis

SINJAI, UPEKS.co.id – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Di Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, terus menunjukkan hasil positif dalam upaya meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dan kelompok rentan. Dikelola oleh SPPG Kalobba, Tellulimpoe di bawah kepemimpinan Muh. Adam, program ini menerapkan standar tinggi dalam kebersihan dan keamanan pangan.

Muh. Adam menjelaskan, seluruh proses pengolahan dilakukan secara higienis dengan penggunaan alat pelindung diri (APD), cuci tangan rutin, serta pemisahan area dapur bersih dan kotor. “Kami pastikan bahan baku diperiksa sebelum dimasak, dan makanan disimpan dalam wadah tertutup serta diantar dengan kendaraan higienis,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Muh.Adam Mengatakan bahwa dapur MBG Tellulimpoe telah mendapat pemeriksaan rutin dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas, serta mengantongi sertifikat laik hygiene sanitasi (SLHS). namun terlepas dari itu kami tetap terbuka menerima saran dan tanggapan dari penerima manfaat yg sifatnya positif dan sesuai SOP.

Program ini melibatkan 50 tenaga kerja, termasuk ahli gizi dan akuntan. Proses produksi berjalan terjadwal — mulai tengah malam hingga pagi hari — agar makanan siap didistribusikan ke sekolah tepat waktu.

“Kami bekerja bergantian sejak sore hingga dini hari agar makanan tetap segar dan layak konsumsi,” kata Muh. Adam.

Saat ini, SPPG Kalobba, Tellulimpoe melayani 3.367 siswa dan 78 penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, serta balita (3B). Namun, program belum menjangkau seluruh sekolah karena jarak antar lokasi yang cukup jauh, sehingga dikhawatirkan memengaruhi kualitas makanan saat pengantaran.

Menu MBG disusun oleh ahli gizi dan diperbarui setiap minggu. Menu terdiri dari nasi, lauk hewani, lauk nabati, sayur, buah, serta minuman bergizi, dengan bahan pangan lokal seperti ikan dan sayuran daerah. Porsi disesuaikan dengan kelompok usia dan kebutuhan gizi.

“Harapan kami, program ini terus berjalan dan bisa menjangkau lebih banyak sekolah agar tidak ada lagi anak yang kekurangan gizi,” tutup Muh. Adam.

Terpisah, A. Umar Tahir selaku PIC Program MBG Desa Kalobba, Kecamatan Tellulimpoe, menegaskan bahwa keberadaan program ini tidak dimaksudkan untuk memuaskan semua pihak, karena dalam setiap kebijakan publik tentu ada pro dan kontra.

“Namun yang perlu dipahami, MBG ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pelajar dan anak-anak yang berada di pondok pesantren sebagai penerima manfaat,” ujarnya.

Menurut A. Umar, program MBG bukan semata soal “makan gratis”, melainkan bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Dengan asupan gizi seimbang dan makanan higienis, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan mandiri, baik secara fisik maupun mental.

“Harapan kami, program ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah di Sinjai,” tutupnya.(Awl)