Makassar,Upeks.co.id– Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Seluruh Indonesia (FSP-ISSI) menggelar Kongres VII, di Hotel Aryaduta Makassar, mulai Jumat-Minggu (10-12/10/2025).
Kongres VII FSP-ISSI ini dibuka oleh Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis. Anis. Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi FSP-ISSI yang konsisten menjaga hubungan harmonis dan konstruktif serikat pekerja dengan manajemen perusahaan.
Anis berharap, serikat pekerja terus bersama-sama manajemen memperkuat industri semen di dalam negeri. “Tantangan kita adalah bagaimana mengatasi over suplai. Memang ada moratorim industri semen, tapi masih terbuka (izin) di Maluku dan Papua,” ujarnya, Jumat (10/10/2025).
Menurut Anis, kapasitas produksi semen di Indonesia 126 juta ton. Sedangkan konsumsi hanya 62-64 juta ton. Hampir 50% dari kapasitas terpasang yang bisa dikonsumsi di dalam negeri. “Ini tantangan berat. Semoga industri semen bisa terus bertumbuh,” ungkap ya.
Sementara itu, Ketua Umum FSP ISSI, Faisal Arif menegaskan, pihaknya berkomitmen memperjuangkan industri semen lokal agar terus bertumbuh. FSP ISSI juga menolak keras kehadiran industri semen asing yang merusak pasar semen lokal.
Tujuannya, lanjut Faisal, hanya satu yaitu bagaimana memberikan kesejahteraan kepada pekerja. “Kita juga berkomunikasi dengan DPR RI untuk menyampaikan aspirasi,” pungkasnya.
Faisal menjelaskan, FSP-ISSI membawahi 11 serikat di industri semen. Ke depan, bisnis turunan semen juga direkrut menjadi anggota federasi. “Kita mencari solusi bersama dan hal terbaik bagi seluruh isu dalam federasi,” terangnya.
Sekadar diketahui, Kongres ini menjadi ajang penting bagi ribuan anggota serikat pekerja semen di seluruh Indonesia. Dalam kongres ini juga, FSP-ISSI tetap menyuarakan moratorium industri semen untuk menghentikan sementara penerbitan izin pembangunan pabrik semen baru karena kelebihan kapasitas. (rif)

