MAKASSAR, UPEKS.co.id— Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama UNICEF Indonesia, Tanoto Foundation, dan Yayasan Jenewa Madani Indonesia menggelar diskusi refleksi lima tahun Program Penguatan Gizi, di Ruang BOSOWASIPILU Bappelitbangda, Makassar, belum lama ini.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bappelitbangda Provinsi Sulsel, H. Muh. Saleh, dan dihadiri perwakilan lintas sektor. Pertemuan tersebut membahas capaian program gizi sekaligus arah keberlanjutan dalam upaya percepatan penurunan stunting di provinsi tersebut.
Dalam lima tahun terakhir, sejumlah capaian program gizi berhasil ditorehkan, mulai dari semakin kuatnya koordinasi lintas sektor, lahirnya regulasi berupa Peraturan Gubernur Nomor 19 Tahun 2022 tentang percepatan penurunan stunting, tersusunnya Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RADPG), hingga strategi komunikasi perubahan perilaku di tingkat provinsi maupun kabupaten. Program ini juga memperkuat kebijakan penganggaran dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan serta kader.
Capaian tersebut merupakan hasil kerja sama UNICEF dengan dukungan pendanaan Tanoto Foundation, serta keterlibatan Yayasan Jenewa Madani Indonesia dan ICONS sebagai mitra lokal yang mengawal implementasi, mendokumentasikan praktik baik, dan melakukan evaluasi berbasis bukti.
Prof Veni Hadju, salah satu narasumber dalam diskusi, menekankan pentingnya pendekatan program yang kontekstual. “Setiap daerah memiliki tantangan berbeda, sehingga program gizi harus adaptif terhadap kondisi lokal,” kata Prof Veni dalam keterangan resminya, Jumat (19/9/2025).
Sementara itu, dr. Djunaidi M. Dachlan, dan dr. Dedy menyoroti peran penting pemerintah provinsi dalam memperkuat kapasitas kabupaten dan kota.
“Pemerintah provinsi harus mampu menerjemahkan kebijakan nasional agar program pencegahan stunting berjalan efektif hingga ke tingkat kabupaten,” kata dr. Djunaidi.
Para peserta diskusi juga menegaskan perlunya memperkuat monitoring, evaluasi, dan berbagi praktik baik untuk mendukung percepatan perbaikan gizi di Sulawesi Selatan.
Pertemuan ini menjadi ruang refleksi bersama atas bukti, dampak, dan pembelajaran program selama lima tahun terakhir. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, UNICEF, Tanoto Foundation, dan mitra lokal diharapkan dapat semakin memperkuat upaya menurunkan angka stunting serta meningkatkan status gizi masyarakat di seluruh siklus kehidupan. (rls)




