MAKASSAR, UPEKS- Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. KH Nasaruddin Umar, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan selama empat hari. Rencannya, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini dijadwalkan mengunjugi Kota Makassar, Kota Parepare, Kabupaten Maros, Sidrap, Wajo, dan Kabupaten Bone.
Kunjungannya diawali di Kota Makassar, Kamis, 24 Juli 2025. Rencannya akan melakukan tiga rangkaian acara. Hal ini Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Haji, Umrah, dan Kerja Sama Luar Negeri, H Bunyamin Yapid, kepada wartawan pada Selasa (22/7/2025).
Pertama, pada Rencana kegiatan meresmikan Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar yang berlokasi di kampus lama Jl Sultan Alauddin Makassar. Setelah itu, Menag akan menyambangi Gereja Katedral Makassar. Menag akan bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh Katolik. Dalam pertemuan, Menag akan mengangkat isu toleransi. Ini dilakukan sebab banyak pihak yang dinilai salah kaprah, bahwa Kemenag hanya menaungi umat muslim semata. ”Kemenag ini bukan untuk Islam saja, tetapi semua agama,” jelasnya.
Pada malam harinya, Prof. Nasaruddin dijadwalkan hadir di Asrama Haji Sudiang, rencana melakukan launching Kurikulum Berbasis Cinta. “Kurikulum Berbasis Cinta atau KBC ini pendidikan yang menekankan pentingnya nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan kemanusiaan dalam proses pembelajaran,”ujarnya. Acara tersebut akan diikuti sekitar 500 peserta, yang terdiri atas para kepala madrasah se-Sulawesi Selatan dan tokoh lintas agama.
Lebih lanjut pemilik Travel Haji dan Umrah An-Nur Ma’arif, menjelaskan, Kurikulum Cinta merupakan inisiatif Menag dalam menyiapkan generasi unggul di masa depan. Melalui program ini, Menag merancang pembangunan karakter bangsa untuk 50 hingga 100 tahun ke depan dengan pendekatan berbasis nilai-nilai kasih dan kebersamaan.
Sementara Humas Kanwil Kemenag Sulsel, Mawardy Siradj mengatakan, salah satu tujuan kurikulum berbasis cinta diluncurkan untuk mendorong moderasi bagi anak-anak generasi masa depan.
Dikatakan, Madrasah selama ini didogma sebagai Islam saja. “Jangan sampai ada perspektif masyarakat yang menilai, kalau anak madrasah saja begitu, apalagi yang lain,” terangnya.
Usai di Makassar, perjalanan Menag dilanjutkan ke Maros untuk melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat setempat, JUmat (25/7/25). Selanjutnya, Menuju Masjid Raya Parepare, Menag didaulat menjadi khatib Shalat Jumat, setelah itu memberiakn kuliah umum dan meresmikan salah satu gedung baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare.
Dari Kota Cinta Ainun Habibie, Nasaruddin Umar, menyambangi Kabupaten Sidrap untuk sahlat magrib dan makan malam di daerah ini. Setelah itu menuju Kota Sengkang Kabupaten Wajo, tepat di rumah Pimpin Pesantren As’adiyah untuk istirahat. Pada Sabtu (26/7/25), Di As’adiyah Menag akan melakukan pengajian subuh di Masjid As’Adiyah Lapongkoda, dilanjutkan peresmian Cafe As’adiyah yang dikelola Badan Usaha Milik Pesantren (BUMPES) Lapongkoda.
Selain itu, Menag akan meninjau lapangan yang akan digunakan Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional (MQKN) rencana diselenggarakan Oktober 2025 mendatang. Kunjungan menteri diakhiri di Kabupaten Bone, Ahad, (27/7/25), tepatnya di Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone. Pada kesempatan ini ada ziarah di kompleks pekuburan Al-Ikhlas, selain itu, dilaksanakan Halaqah Santri Baru Pondok Pesantren Al-IkhLas. Setelah itu, Senin (28/7/25), dijadwalkan kembali ke Makassar untuk terbang ke kembali ke Jakarta. (*)

