MAROS, Upeks.co.id – Dinas Kesehatan Maros menetapkan 28 pelajar sebagai Duta TB Sipakatau.
Duta ini tersebar dari seluruh kecamatan di Maros, komposisi dua orang per kecamatan.
Kepala Dinas Kesehatan Maros, Muhammad Yunus, menjelaskan proses seleksi dilakukan melalui masing-masing Puskesmas.
Puskesmas diminta mengusulkan dua remaja.
“Dinkes menyurat ke Puskesmas. Mereka seleksi sendiri dari kelompok remaja binaan,” kata dr Yunus, Kamis (24/7/2025).
Selanjutnya, mengikuti pelatihan dan pengukuhan di bawah program TB Sipakatau.
Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi remaja dalam edukasi dan eliminasi TBC.
Duta TB memiliki tugas utama mengedukasi masyarakat.
“Edukasi terkait gejala, pencegahan, dan pengobatan TBC,” bebernya Mantan Kapus Bantimurung ini.
Mereka diharapkan menjadi panutan dalam hidup sehat dan aktif meluruskan stigma seputar penyakit TBC.
“Duta TB dibekali materi kampanye kesehatan, komunikasi, dan advokasi,” sebutnya.
Yunus menjelaskan 475 kasus tuberkulosis (TBC) ditemukan di Kabupaten Maros sepanjang Januari hingga Juni 2025.
Kecamatan Lau tercatat sebagai wilayah dengan kontribusi kasus tertinggi, mencapai 79 persen.
Sementara sepanjang 2024, TBC di Maros mencapai 954 kasus.
Ia pun menargetkan 90 persen penemuan kasus.
“Dan 90 persen tingkat kesembuhan untuk tahun ini,” sebutnya.
Duta TB dari Kecamatan Bantimurung, Muhammad Yusran Yusuf, mengaku bangga bisa terpilih.
“Saya ingin bantu teman sebaya lebih paham soal bahaya TBC, dan bagaimana deteksi sejak dini itu penting,” ujarnya.
Sebelum ikut seleksi, dirinya aktif dalam kegiatan Posyandu Remaja dan ikut pelatihan kader kesehatan di sekolah.
Hal senada juga disampaikan Nur Aini Alila Tulbariza dari Kecamatan Turikale.
“Saya mulai belajar materi tentang TBC dari buku dan internet sebelum seleksi di Puskesmas,” ucap Alila.
Ia juga mempersiapkan diri dengan latihan public speaking untuk bisa tampil percaya diri saat mengedukasi teman sebaya.(rls)

