Ramadhan Penuh Makna di Desa Patanyamang: Edukasi, Cinta, dan Ukhuwah Menyatu di Desa

Ramadhan Penuh Makna di Desa Patanyamang: Edukasi, Cinta, dan Ukhuwah Menyatu di Desa

 

MAROS, Upeks.co.id — Ramadhan 1446 H/2025 membawa semangat yang berbeda di Desa Patanyamang, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros. Desa yang dikenal dengan nilai kekeluargaannya ini menjadi tuan rumah Program Desa Ukhuwah Berdaya (DUB) Jilid 5, sebuah program pengabdian masyarakat yang digagas oleh Yayasan Ruang Kerja Ukhuwah (RKU) dan Komunitas Rantau. Selama empat hari,mulai dari tanggal 6 hingga 9 Maret 2025, kedelapan relawan muda yang tergabung dalam kolaborasi ini membaur bersama warga, menyemai cinta, edukasi, dan kebersamaan di tengah suasana Ramadhan.

Bacaan Lainnya

Program ini merupakan bagian dari Program Desa Binaan hasil kolaborasi antara RKU, Rantau Community dengan Kalla Institute, yang juga melibatkan mahasiswa magang BKP: Irin Selystiani, Nurul Fadliany, dan Riswandi. Mereka aktif berkontribusi sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga dokumentasi seluruh kegiatan.

Dukungan Pemerintah dan Masyarakat Desa: Pilar Kesuksesan Program

Keberhasilan DUB Jilid 5 tak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Desa Patanyamang, yang sejak awal memberikan ruang terbuka dan respons positif terhadap ide-ide relawan. Aparat desa tidak hanya memfasilitasi proses survei lokasi, tapi juga terlibat langsung dalam membantu teknis pelaksanaan acara dan menyambut para relawan dengan hangat.
Tak kalah penting adalah partisipasi luar biasa dari masyarakat desa. Warga dari berbagai dusun, bahkan yang terletak cukup jauh dari pusat desa, datang berduyun-duyun ke lokasi kegiatan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tumpah ruah menjadi peserta lomba maupun penonton setia, ikut menyemarakkan seluruh rangkaian acara. “Kami senang melihat desa jadi ramai dan penuh tawa anak-anak. Kegiatan seperti ini membawa berkah Ramadhan terasa nyata,” ujar salah satu warga yang ikut menyaksikan lomba cerdas cermat Islami.
Dari Lomba Religi hingga Pelatihan Guru: Edukasi dan Cerita Berkesan
Selama empat hari, relawan dan masyarakat Desa Patanyamang bersama-sama menghidupkan semangat Ramadhan dengan beragam kegiatan yang tidak hanya menghibur, tapi juga sarat nilai edukatif dan penguatan karakter.

Lomba-lomba religi menjadi pintu masuk utama yang menggerakkan antusiasme warga, terutama anak-anak dan ibu-ibu Majelis Taklim. Kegiatan lomba-lomba antara lain: lomba azan, peragaan shalat, baca puisi, tilawah, lomba shalawat, hafalan surat pendek, menggambar dan mewarnai, dan cerdas cermat bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dengan cara yang menyenangkan. Partisipasi aktif dari peserta bahkan meluas hingga ke dusun-dusun terjauh, menunjukkan bahwa semangat belajar dan kebersamaan benar-benar meresap ke seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, dua pelatihan penting menjadi inti dari misi penguatan kapasitas pendidikan desa:

1. Pelatihan Teknik Mendongeng Edukatif:

Dipandu oleh Abdul Hakim, dosen yang telah lama mengembangkan pendekatan bercerita, bermain, dan bernyanyi sebagai strategi pembelajaran di sekolah dasar. Dunia anak-anak pada dasarnya adalah dunia imajinasi dan ekspresi. Mereka belajar paling efektif bukan melalui ceramah, tapi lewat cerita yang hidup, lagu yang mudah diingat, dan permainan yang menstimulasi rasa ingin tahu.
Pelatihan ini memperkenalkan guru-guru TK/SD di desa pada metode mendongeng yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat kedekatan emosional guru-murid, serta membangun daya nalar dan kosa kata siswa sejak dini. Dengan mendongeng, guru bisa masuk ke dunia anak tanpa paksaan, sambil menyampaikan nilai-nilai penting seperti kejujuran, kasih sayang, dan tanggung jawab.
Para guru yang mengikuti pelatihan merespons dengan antusias. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung, didampingi oleh relawan yang menyiapkan alat bantu visual, boneka tangan, hingga latihan intonasi suara. Pelatihan ini menjadi bekal konkret bagi guru untuk membuat pembelajaran di kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan.

2. Pelatihan Dasar Bimbingan Konseling Anak:

Pelatihan kedua menghadirkan Abdi Winarni Wahid, seorang Psikolog, yang membawakan materi seputar perkembangan psikologi anak, komunikasi empatik, dan strategi dasar dalam menghadapi permasalahan emosional dan perilaku siswa. Pelatihan ini sangat relevan, mengingat banyak guru di desa yang belum memiliki bekal khusus dalam mendampingi siswa dari aspek non-akademik.
Dengan pemahaman psikologis yang lebih baik, para guru kini dapat lebih peka terhadap kebutuhan emosional siswa—terutama di masa pasca-pandemi, ketika banyak anak menghadapi perubahan perilaku, stres, dan kesulitan adaptasi sosial.

Guru-guru dibekali dengan cara mendengar aktif, membangun kepercayaan, dan menangani situasi-situasi sensitif secara bijak. Ini adalah langkah awal untuk menjadikan sekolah sebagai pusat tumbuh kembang anak, bukan hanya tempat belajar formal.

Secara keseluruhan, kedua pelatihan ini bukan hanya meningkatkan keterampilan guru dalam mengajar, tetapi juga mendorong lahirnya sekolah yang lebih ramah anak, tempat di mana anak dapat tumbuh dengan aman, didengar, dan dihargai. Diharapkan ke depan, sekolah-sekolah di Patanyamang bukan hanya mencetak siswa cerdas secara akademis, tapi juga sehat secara emosional dan sosial.
Program Desa Ukhuwah Berdaya Jilid 5 telah menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan dukungan masyarakat yang kuat, desa bisa menjadi ruang belajar yang berdaya dan berdayakan—sebuah tempat di mana masa depan anak-anak dibangun dengan kasih sayang, kreativitas, dan pengetahuan.
Para relawan mahasiswa magang BKP tidak hanya membantu teknis kegiatan, tapi juga menjadi fasilitator aktif, moderator diskusi, dan penyusun dokumentasi yang kelak akan menjadi bahan refleksi dan pengembangan program berikutnya.

Sambutan dari para guru pun sangat positif. “Kami merasa kegiatan ini seperti suntikan semangat baru. Ada banyak hal yang bisa langsung kami praktikkan di kelas,” ungkap seorang guru SD peserta pelatihan.
Akhir yang Hangat, Awal dari Harapan

Program Desa Ukhuwah Berdaya Jilid 5 tak hanya menjadi cerita tentang pengabdian di bulan suci, tapi juga bukti bahwa kolaborasi antara relawan, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dapat melahirkan perubahan kecil yang berdampak besar. Di Patanyamang, Ramadhan menjadi ruang perjumpaan nilai, cinta, dan harapan.
Ke mana DUB Jilid 6 akan melangkah? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal pasti: di mana ukhuwah berpijak, di sanalah semangat tumbuh dan cinta bermuara.(rls)