Lembaga LATOA gelar Bazaar dan Nobar Film

Lembaga LATOA gelar Bazaar dan Nobar Film

MAKASSAR, Upeks.co.id — Lembaga Latoa menggelar nonton bareng film “Jeritan Hati Ince” yang sarat akan makna kekeluargaan serta penuh dengan pesan moral ini digelar pada Sabtu, 22 Desember 2024 jam 19:00 di Arthama Hotel Jalan Haji Bau Makassar.

Lembaga Latoa baru saja merampungkan film berjudul “Jeritan Hati Ince” Terdapat lebih 20 orang yang ikut berperan dalam film yang bercerita tentang keluarga harmonis, Namun karena permasalahan ekonomi membuat konflik dikeluarga.

Bacaan Lainnya

Telah berdiri lima tahun dengan puluhan produksi film yang telah ditayangkan serta memiliki beberapa kelas antara lain kelas tari, MC, dan akting kelas yang paling populer dengan jumlah 60 anggota.

Lembaga Latoa bertujuan untuk memberikan ruang dan kesempatan untuk masyarakat khususnya anak muda untuk berkembang dan mendorong perkembangan dunia perfilman lokal.

Ketua Umum Lembaga Latoa, Olank Sukardi, Menjelaskan bahwa dengan adanya kegiatan ini akan melahirkan aktris-aktris baru yang berbakat terlebih lagi pemain film Lembaga latoa murni ambil talent dari anggota latoa sendiri.

“Pemutaran film juga akan dilaksanakan disekolah-sekolah yang ada di Kota Makassar dan setelah pemutaran film akan ada diskusi film dan pelatihan akting untuk mengajarkan adek-adek terkait seni peran,” ujarnya.

Puncak permasalahan film saat bapak ince dipecat hingga ia stress dan sering mabuk-mabukan dan timbul masalah dalam rumah tangga yang dimana anaknya menjadi korban dalam konflik yang dihadapi orangtuanya.

“Ince tumbuh menjadi anak yang kurang perhatian dari kedua orangtua dikarenakan peceraian orangtuanya,”ujar Acha pemeran Inche

“Bapak Ince merupakan sosok ayah yang mandiri meskipun ia lahir dari keluarga yang kaya tapi ia tidak mau membebankan orangtuanya hingga ia mencari kerja sendiri,”ujar Jhonas sastro (pemeran bapak Ince).

Ia juga menambahkan penonton dapat memetik pelajaran bahwa anak akan menjadi korban jika orang tua bercerai karena perpisahan dalam rumah tangga adalah awal keruntuhan untuk anak.

Pengerjaan pengambilan film berlangsung selama tiga hari ditempat yang berbeda, yakni Maros dan Gowa.

Satriani marzuki berperan sebagai Ibunya Ince, Mengatakan lembaga latoa tidak mencari pemeran yang cantik atau ganteng tapi dilihat dari karekternya cocok dengan filmnya.

“Lembaga latoa jembatan menuju kuseksesan dari dunia perfilm-man yang dimana dalam lembaga latoa itu kaya akan seni dan untuk anak-anak muda yang suka didunia seni bisa lebih berkembang lagi dengan terbuka pikirannya bahwa kuseksan juga bisa lewat senin dan karya,”jelasnya.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dalam film ini yang dimana dalam keluarga harus saling melengkapi jangan karena keegoisan orangtua, anak yang menjadi korban.

“Ince tumbuh menjadi anak yang kurang perhatian dari kedua orangtua dikarenakan peceraian orangtuanya,”ungkap Acha pemeran Ince,”ujar Acha sebagai Ince.(rls)