MWC NU Ujung Pandang Usung Yazid Busthami Calon Ketua PCNU Makassar 

MWC NU Ujung Pandang Usung Yazid Busthami Calon Ketua PCNU Makassar 

Makassar, Upeks–Menjelang perhelatan Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Makassar, sejumlah nama digadang-gadang akan maju sebagai Calon Ketua Tanfidziyah PCNU kota Makassar.

 

Bacaan Lainnya
 

Sebelumnya beredar nama di kalangan Nahdliyin Makassar yang akan mencalonkan diri sebagai ketua adalah Ahmad Taslim Matammeng, Ali Yafid, Maskur, Usman Sofyan, dan Mahmud Suyuti. Kini kembali muncul nama M. Yazid Busthami.

 

Yazid menyatakan maju sebagai calon ketua PCNU Makassar setelah mendapat dukungan penuh dari pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan hingga tingkat ranting atau kelurahan di Kecamatan Ujung Pandang.

 

“Hasil konsolidasi pengurus kecamatan yang dihadiri Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Ujung Pandang beserta pimpinan pengurus ranting sepakat untuk mendorong saya mencalonkan diri sebagai ketua dan Bismillah saya siap,” kata Yazid.

 

Menurut Yazid, berdasarkan hasil rapat pengurus kecamatan ada beberapa hal yang menjadi catatan di kepengurusan PCNU Makassar yang saat ini dipimpin Kaswad Sartono selaku Ketua dan Usman Sofyan selaku sekretaris.

 

“Kami melihat selama kepemimpinan Pak Kaswad kurang dihidupkan itu ciri aswaja, tidak ada festival barazanji, sholawatan dan asmaul husna. Tidak pernah PCNU juga membuat Haul bagi pendiri NU. Saya akan hidupkan ini nanti jika saya terpilih,” katanya.

 

Menurutnya, PCNU juga tidak boleh lagi memegang full anggaran dana hibah dari pemerintah, harus didistribusikan 30 persen ke MWC untuk konsolidasi dengan ranting dan kegiatan ke-NU-an di bawah.

 

“Salah satu kendala kita di bawah untuk memperkuat ranting karena kita tidak pegang anggaran semua terpusat di PC. Dan PC tidak keluarkan anggaran itu,” jelas Yazid.

 

Yazid Busthami merupakan putra dari Kyai Saleh Busthami, mantan Ketua GP Ansor Sulsel. Juga cucu dari KH. Busthami yang merupakan saudara kandung dari Muassis NU Sulsel, KH. Ramli.

 

Menurut Yazid, NU Makassar ke depan harus menghidupkan kembali Lailatul ijtima, semarak UMKM aswaja di halaman-halaman mesjid, Qunut subuh dan sujud tilawah setiap jumat bagi mesjid yang berbasis NU, mahabbah ramadhan dan halaqah aswaja

 

“Kalah atau menang itu soal lain, yang penting bagaimana bisa bersinergi antar NU Struktural dan NU Kultural. Dan alhamdulillah saya memilik tiga hal itu yaitu kultural, struktural dan darah NU. Sehingga tidak diragukan sebagai NU kontrakan, pinjam istilah Puang Makka,” ujarnya

 

Yazid juga mengajak MWCNU yang lain jika sejalan dengan gagasannya untuk bergabung dengannya dan mengaharapkan doa dari para ulama NU di Sulsel dan khususnya kota Makassar.

 

Satu hal yang menjadi catatan Yazid adalah NU itu identik dengan Tarekat karena pendiri NU Hadratusyaikh Hasyim Asy’ari orang Tarekat, begitu juga Sulsel, jadi kelak jika terpilih akan mengajak orang-orang tarekat untuk bergabung.

 

“Biarkan semua cair dengan sendirinya. Mari kita besarkan organisasi ini sama sama,” ungkap Yazid. (rls)

 

Biodata

 

N a m a : M. Yazid Busthami

Pekerjaan : Wiraswasta, Konsultan property, Tanah dan Bangunan

Pengalaman organisasi :

– Ketua Jam’iyah Khalwatiyan Yusuf 2017-2019.

– Ketua Dewan Mesjid Indonesia Kecamatan Ujung Pandang 2021 sampai sekarang

– Ketua Masyarakat Cinta Mesjid Ujung Pandang 2022 sampai sekarang

– Khatib MCNU Kecamatan Ujung Pandang 2021- sampai sekarang

– Wakil Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Kawasan Timur Indonesia 2004-2009