KONI Sulsel Dukung Penuh Persiapan Atlet Jelang PON Aceh-Sumut

KONI Sulsel Dukung Penuh Persiapan Atlet Jelang PON Aceh-Sumut

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Salah satu atlet Judo andalan Sulsel, Aditya Wahyudi memastikan pengurus KONI Sulsel terus berusaha memberikan yang terbaik untuk mendukung penuh persiapan atlet menjelang PON XXI di Aceh-Sumut.

“Selama ini, KONI Sulsel selalu mendukung kami dalam persiapan menghadapi PON. Termasuk biaya training yang diberikan sejak Maret hingga sekarang, dan kami rutin berlatih dua kali seminggu di kantor KONI Sulsel,” kata Aditya.

Bacaan Lainnya
 

Aditya pun membantah pemberitaan di salah satu media cetak yang mencatut namanya tanpa konfirmasi. Di mana, Aditya disebut menyatakan bahwa atlet Sulsel merana menjelang PON XXI karena belum adanya Training Centre.

“Saya tidak pernah diwawancarai atau memberikan pernyataan seperti itu. Saya juga sudah konfrimasi balik via WhatsApp kepada wartawannya dan mempertanyakan kapan saya menyatakan itu?,” keluhnya.

“Jangan sampai ini menganggu psikis kami para atlet. Kami tidak cari uang, yang kami cari adalah prestasi untuk mengharumkan nama daerah,” ungkap Aditya.

Sementara itu, Mujiburrahman selaku Sekretaris Umum KONI Sulsel berharap media lebih bijak memberitakan persiapan atlet menjelang PON. “Media sebaiknya melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pengurus KONI Sulsel. Apakah benar kami tidak melakukan program pembinaan atlet,” tandas Mujib– sapaan akrabnya.

“Apalagi program pembinaan atlet sudah berjalan sejak Februari setelah Babak Kualifikasi PON tahun lalu, melalui masing-masing cabor. Bahkan kami punya kalender olahraga khusus PON yang disepakati oleh 68 cabang olahraga dan 24 KONI Kabupaten/Kota pada Rapat Kerja Provinsi KONI Sulsel September 2023 lalu,” ujar Mujiburrahman.

Dia juga menjelaskan bahwa meskipun anggaran hibah KONI Sulsel tahun 2024 lebih rendah dibanding PON sebelumnya, bukan berarti tidak ada upaya yang dilakukan. “Malah kami salut kepada Pak Ketua Umum, Yasir Machmud bahkan meminjamkan dana pribadi sebesar Rp350 juta untuk biaya rutin KONI sejak Januari hingga Mei dan digantikan setelah anggaran hibah cair,” katanya.

Anggaran untuk PON XXI ini memang lebih rendah dibandingkan dengan PON XX Papua. Tapi bukan berarti KONI Sulsel tidak melakukan apa-apa. “Alhamdulillah, PJ Gubernur Prof. Zudan sudah berkomitmen untuk menambahkan anggaran yang dibutuhkan,” tambahnya.

KONI Sulsel juga telah membentuk satuan tugas sejak Februari. Ada tiga grup pengurus yang fokus pada berbagai aspek persiapan PON. Herman Hading, Wakil Ketua Umum I, memimpin validasi dan finalisasi kuota atlet beserta pemusatan latihan atlet.

Kemudian Chalik Suang selaku Wakil Ketua Umum II menangani “real cost” efesiensi kebutuhan anggaran, dan Prof. Wasir selaku Wakil Ketua Umum III monitoring dan verifikasi alat tanding yang akan digunakan para atlet.

Termasuk membentuk Tim Conditioning Training (CT) dan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang melibatkan 21 personel yang bertugas secara profesional pada pemusatan latihan.”Yang semuanya berjalan normal, pemeriksaan kesehatan tahap I dan tes fisik sudah dilaksanakan dan berjalan lancar di bulan ini,”ungkapnya.

Mujiburrahman kembali berpesan agar media lebih berhati-hati dalam memberitakan informasi yang melibatkan nama dan reputasi individu, khususnya atlet yang tengah berjuang untuk mengharumkan nama daerah di kancah nasional.(*)