Komisi X DPR RI Kunjungi Poltekpar Makassar, Bahas RUU Kepariwisataan

Komisi X DPR RI Kunjungi Poltekpar Makassar, Bahas RUU Kepariwisataan

 

MAKASSAR, UPEKS.co.id—- Panitia Kerja (Panja) RUU Tentang Kepariwisataan Komisi X DPR RI menggelar kunjungan kerja (Kunker) Ke Provinsi Sulawesi Selatan bertempat di Kampus Poltekpar Makassar, Jumat (21/6/2024). Kunjungan kerja ini dilakukan dalam rangka penyerapan aspirasi publik untuk RUU Tentang Kepariwisataan.

Bacaan Lainnya
 

Direktur Politeknik Pariwisata Makassar Dr. Herry Rachmat Widjaja, A.Md, S.Sos, MM.Par berterimakasih atas kehadiran Ketua Tim Panja RUU Tentang Kepariwisataan Komisi X DPR RI, Prof. Dr. Zainuddin Maliki beserta jajarannya.

Dalam kunjungan kerja ini, ada sejumlah masukan yang disampaikan pihak Poltekpar Makassar untuk penyempurnaan RUU Kepariwisataan. Yakni bagaimana RUU Kepariwisataan ini dapat diandalkan dalam mengelola krisis pariwisata. “Di tahun 2020 kita menghadapi krisis. Ekosistem pariwisata terganggu. Untuk babgkit sangat berat,” ujar Herry.

“Harapan kami pengelolaan krisis pariwisata diperlukan, termasuk pengelolaan mitigasi bencana. Mengingat pariwisata terganggu jika faktor bencana alam, non alam dan bencana sosial terjadi. Jika salah satunya terganggu maka mengganggu ekosistem pariwisata,” tambah Herry.

Sementara Zainuddin dalam paparan materinya menyampaikan, jika dalam RUU Pariwisata, akan ada proses pengaturan substansi didasarkan pada pradigma baru kepariwisataan. Yakni dari mass tourisme menuju quality tourism untuk menghadirkan pariwisata berkelanjutan dan regeneratif.

“Kita ingin mengarahkan atau menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas pembangunan. Yang kita lihat nanti kualitas pariwisata yang bisa kita kembangkan. Ini berdampak secara fundamental terhadap substansi pengaturan RUU,” ujarnya.

Selain itu dalam RUU Pariwisata kali ini, akan direnanakan untuk ada pasal pengaturan dan penataan kelembagaan pariwisata. Apakah perlu ada lembaga baru perlu yang dimunculkan atau memaksimalkan lembaga yang sudah ada nanti akan didiskusikan,” ujarnya. (jir)