The Power of Emak-emak!! Viral di Medsos Anggota Polisi Tidak Melawan Ditampar Emak-emak

The Power of Emak-emak!! Viral di Medsos Anggota Polisi Tidak Melawan Ditampar Emak-emak

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Video seorang emak-emak menempeleng anggota polisi, viral di media sosial (medsos), pada Jumat (17/5/2024).

Belakangan diketahui kejadian itu terjadi di Jl Sabutung, Kelurahan Ujung Tanah, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, pada Kamis (16/5/2024).

Bacaan Lainnya

Video yang beredar berdurasi 27 detik itu, terlihat seorang ibu-ibu dibalut kepalanya menggunakan sarung bali, mengamuk dan mencak-mencak. Terlihat anggota polisi itu, berusaha menenangkannya.

Namum tiba-tiba, tangan emak-emak itu melayang dan menempeleng anggota Polri yang diketahui bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Ujung Tanah, Makassar, Aipda Edwin.

Terlihat anggota Polri tersebut tidak melawan dan tetap berusaha menenangkan wanita berbaju warna pink itu.

Kasi Humas Polres Pelabuhan Makassar, Iptu Hasrul membenarkan kejadian tersebut. Hasrul mengatakan, video viral itu terjadi di Jl Sabutung, Kelurahan Ujung Tanah, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, pada Kamis (16/5/2024).

Kata Hasrul, saat itu hendak dilakukan pemberian surat teguran imbauan yang kedua dari pihak Kelurahan Ujung Tanah ke pihak pemilik lapak, yang menempel di pagar tembok PT. Pertamina sebelah Timur.

“Pemberian surat teguran yang kedua tersebut, berdasarkan imbauan dari PT. Pertamina terkait rencana penertiban lapak-lapak yang menempel dipagar tembok sebelah Timur, ” ucap Hasrul, Jumat (17/5/2024).

Hasrul menyebut, pada saat pihak Kelurahan tiba di lokasi dan memberikan atau membagikan surat teguran tersebut, tiba-tiba beberapa warga dalam hal ini pemilik lapak, melakukan perlawanan dengan cara merobek surat teguran tersebut.

Bahkan kata Hasrul, warga ada yang memukul petugas, melempari dan mencaci petugas. Serta memblokade jalan dengan menggunakan batu dan tanah.

“Dalam insiden itu, seorang wanita berinisial M menganiaya dengan cara menempeleng anggota Binmas, Aipda Edwin satu kali yang mengenai muka dan leher korban. Akibatnya, anggota itu mengalami luka bekas goresan kuku pada bagian leher, ” jelas Hasrul.

“Anggota itu dianiaya saat melakukan pengamanan di lokasi. Anggota itu tidak melakukan perlawanan, karena diakui anggota Polri itu sebagai pengayom masyarakat, ” sambungnya.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Yudi Frianto juga membenarkan kejadian itu. Kejadian itu kata AKBP Yudi, saat anggotanya sedang melakukan pengamanan di lokasi.

“Saya selaku pimpinan tetap mengapresiasi anggota tersebut, karena tidak terpancing saat dilakukan penganiyaan dengan cara ditempeleng, ” ucap mantan Kasat Narkoba Polrestabes Makassar ini.(Jay)