Soal Narkoba dan Pasobis, Syahrul: Pj Sekda Berkuasa Kenapa Tidak Berantas?

Soal Narkoba dan Pasobis, Syahrul: Pj Sekda Berkuasa Kenapa Tidak Berantas?

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Isu permasalahan sosial terkait narkoba dan pasobis menjadi sorotan antarbakal calon Bupati Kabupaten Sidrap usai fit and proper test Partai Demokrat di Hotel Claro Makassar, Sabtu (25/05/2024).

Bakal calon Bupati Kabupaten Sidrap yang juga merupakan kader Partai Demokrat Syahrul Syamsuddin menyentil balik Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Yusuf Dollah Mando.

Bacaan Lainnya

Di mana, Yusuf Dollah Mando mengaku mencoba membangun Kabupaten Sidrap secara berkelanjutan. Apalagi secara sosial dan politik, menurut dia, ada hal urgensi yang harus dibenahi.

“Termasuk permasalahan sosial masyarakat, di antaranya yang sampai hari ini merusak citra daerah adalah persoalan narkoba dan pasobis.
Ini sudah tidak rasional di daerah kami,” tegas Yusuf DM.

Untuk itu, Yusuf Dollah Mando mengaku akan fokus bagaimana peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sidrap kedepan.

Pernyataan tersebut memunculkan reaksi Syahrul Syamsuddin. Menurutnya untuk memberantas narkoba dan pasobis sulit kalau petinggi Sidrap tidak mengambil kebijakan.

“Untuk memberantas itu (narkoba dan pasobis) susah kalau orang tidak mengambil kebijakan yang teratas. Tadi ada Sekda,” sebut Syahrul.

“Bapak bisa lihat, dia orang yang bisa mengambil kebijakan. Orang sudah berkuasa tetapi tidak bisa memberantas pasobis maupun narkoba. Tidak bisa diberantas kalau bukan orang nomor 1 atau 2,” tegasnya.

Syahrul mengatakan seharusnya persoalan narkoba dan pasobis dipertanyakan ke Penjabat Sekda Yusuf Dollah Mando.

“Tadi ada Yusuf Dollah Mando seharusnya ditanyakan tadi, orang nomor dua di Sidrap tapi kenapa tidak diberantas narkoba dan pasobis?. Bapaknya juga pernah menjadi bupati, tapi tidak diberantas juga,” sentil mantan Ketua PGRI Sidenreng Rappang (Sidrap) ini.

Dia merasa yakin meninggalkan ASN dan ikut bertarung di Pilkada untuk melihat Sidrap lebih bagus kedepan. “Kami ingin berkorban memperbaiki Sidrap. Di mata orang bilang bagus, tapi masyarakat Sidrap tidak mendapatkan kenyamanan,” tutupnya. (*)