Perwakilan BPJPH dan Satgas LJPH Sulsel Koordinasi Program “Halal dari Hulu”

Perwakilan BPJPH dan Satgas LJPH Sulsel Koordinasi Program "Halal dari Hulu"

Makassar, Upeka–Perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama Satuan Tugas (Satgas) Layanan Jaminan Produk Halal (LJPH) Sulawesi Selatan telah melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka koordinasi program “Halal dari Hulu” di wilayah Sulawesi Selatan.

Sekretaris Satgas Layanan Jaminan Produk Halal (LJPH) Sulsel, H Muhammad Nur,  kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem halal dari hulu hingga hilir guna mendukung perekonomian berbasis halal di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Kunjungan ini berlangsung selama tiga hari, dimulai dari Minggu 26 hingga Selasa 28 Mei 2024, dengan agenda utama berupa pertemuan dan diskusi dengan para pemangku kepentingan terkait.

Selama kunjungan, rombongan mengadakan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dinas-dinas terkait, serta beberapa pelaku usaha dan komunitas lokal terkait kewajiban halal bagi Rumah Potong Hewan (RPH), Rumah Potong Unggas (RPU), dan Jasa Sembelihan.

“Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, sekaligus sosialisasi dan menggali potensi serta tantangan dalam implementasi program “Halal dari Hulu” di daerah ini,” ungkapnya, Selasa (28/5/2024).

Agenda kunjungan lapangan dimulai dengan kunjungan ke Kawasan Pemotongan Ayam Abu Bakar Lambogo di Jalan Muh Yamin. Di sana, dilakukan peninjauan terhadap proses pemotongan ayam untuk memastikan kesesuaian dengan standar halal.

Selanjutnya, agenda meliputi kunjungan ke Swalayan Gelael untuk melakukan pemeriksaan terhadap produk-produk halal yang dijual di swalayan tersebut, guna memastikan kepatuhan terhadap sertifikasi halal.

Berlanjut ke Pasar Pa’baeng-baeng, di mana dilakukan observasi dan penilaian terhadap produk-produk halal di pasar tradisional tersebut, serta dilakukan sosialisasi mengenai pentingnya sertifikasi halal.

Kunjungan berikutnya ke Kawasan Pemotongan Kambing Syekh Yusuf, di mana dilakukan verifikasi dan audit terhadap proses pemotongan kambing sesuai dengan prosedur halal.

Selanjutnya, dilakukan evaluasi terhadap fasilitas dan prosedur pemotongan hewan di Rumah Potong Hewan (RPH) Tamarunang, Kabupaten Gowa, guna memastikan memenuhi standar halal.

Terakhir, kunjungan lapangan mencakup pemeriksaan terhadap alur proses pemotongan unggas di Rumah Pemotongan Unggas (RPU) UD Harco, dengan tujuan memastikan bahwa semua tahapan memenuhi syarat halal.

Sosialisi Program ‘Halal dari Hulu’ adalah upaya strategis untuk memastikan produk halal Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, diakui secara global, dimulai dari tahap awal produksi hingga siap dipasarkan.

“Kami sangat berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di Sulawesi Selatan untuk mensukseskan program ini,” ucapnya.

Sementara Ketua Satgas LJPH Sulsel H. Ali Yafid menambahkan, Sulsel memiliki potensi besar dalam sektor produk halal, baik dari sisi bahan baku maupun produk jadi.

“Kami optimis dengan sinergi yang kuat, kita dapat memaksimalkan potensi ini untuk kesejahteraan masyarakat,”ungkapnya.

Hasil dari kunjungan ini akan dijadikan bahan evaluasi dan dasar pengambilan kebijakan lebih lanjut oleh BPJPH dan Satgas LJPH.

Program “Halal dari Hulu” diharapkan dapat menjadi pendorong utama dalam menciptakan ekosistem halal yang berkelanjutan, meningkatkan daya saing produk halal Indonesia, serta memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, khususnya di Sulsel.

Perlu diketahui, kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari program Wajib Halal Oktober 2024 yang terus digulirkan BPJPH Kemenag dalam rangka menyambut implementasi kewajiban sertifikasi halal yang akan dimulai pada 18 Oktober 2024 mendatang. (rls)