Kemenag RI Tunjuk Dosen BSA UIN Alauddin Jadi Konsultan Ibadah Jamaah Haji Indonesia

Kemenag RI Tunjuk Dosen BSA UIN Alauddin Jadi Konsultan Ibadah Jamaah Haji Indonesia

 

Makassar, Upeks.co.id – Dosen Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar, Dr H Afifuddin Lc M Ag, diamanahkan sebagai Konsultan Ibadah bagi jamaah haji Indonesia pada Rabu 22 Mei 2024.

Bacaan Lainnya

Penunjukan ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya juga diberi amanah pada Tahun 2023 oleh Direktorat Pelayanan Haji dan Umrah Kementerian Agama Pusat.

Sebagai Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Dr Afifuddin bertugas memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan terkait dengan pelaksanaan ibadah haji bagi jamaah dari Embarkasi Makassar yang mencakup tujuh provinsi.

Diantaranya Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Selain itu, beberapa kloter dari Batam dan Solo juga tergabung dalam tugasnya.

Dr Afifuddin menjelaskan bahwa tugas utama sebagai Konsultan Ibadah meliputi konsultasi dan pembinaan selama kegiatan perhajian. Kegiatan ini mencakup visitasi dan edukasi secara offline, serta layanan konsultasi secara online melalui WhatsApp dan Zoom.

“Kami memberikan tuntunan dan edukasi yang komprehensif untuk memastikan jamaah haji memahami dengan baik pelaksanaan ibadah mereka,” tuturnya.

Sebagai konsultan, Dr Afifuddin juga merupakan bagian dari tim yang merumuskan solusi dan hukum-hukum terkait dengan pelaksanaan ibadah haji serta permasalahan faktual yang dihadapi di lapangan.

“Kami berperan sebagai mediator pemerintah dalam mensosialisasikan kebijakan perhajian, termasuk mitigasi haji ramah lansia yang telah diinisiasi sejak tahun 2023,” imbuhnya.

Selain itu, sebelum memasuki masa Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jamaah diberikan tuntunan manasik moderasi, kebijakan atau regulasi perhajian, sosiologi masyarakat Arab, dan skema perjalanan haji yang dinamis sesuai dengan perkembangan kontemporer.

“Upaya itu untuk memastikan jamaah siap secara mental dan fisik untuk menjalani rangkaian ibadah haji dengan baik dan lancar,” papar Dr Afifuddin.