Edufair Gandeng PESAT Sulsel Gelar Talk Show tentang Hak Privasi dan Etika Publikasi di Medsos

Edufair Gandeng PESAT Sulsel Gelar Talk Show tentang Hak Privasi dan Etika Publikasi di Medsos

MAKASSAR, UPEKS.co.id— Paguyuban Ekosistem Informasi Sehat (PESAT) Sulsel ikut berpartisipasi dalam salah satu kegiatan Edufair, event tahunan yang digelar oleh Mahasiswa Teknologi Pendidikan (TP) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM).

Edufair digelar selama tiga hari yakni dimulai pada 27 Mei hingga 29 Mei 2024 di Menara Pinisi UNM. PESAT Sulsel bekerjasama dengan Edufair menggelar Talk Show dengan tema “Apa-apa Dikontenin: Hak Privasi dan Etika Publikasi di Medsos” yang digelar pada 28 Mei 2024 di Pelataran Menara Pinisi UNM.

Bacaan Lainnya

Kegiatan Talk Show ini menghadirkan dua pemateri yakni Muhajir selaku Koordinator PESAT Sulsel dan M. Yunasri Ridhoh selaku Dosen UNM. Dalam pemaparan materinya, Muhajir mengimbau pada puluhan peserta untuk tidak ugal-ugalan dalam membuat konten di medsos, apalagi jika konten tersebut memuat foto dan rekaman video mengenai privasi seseorang yang diambil tanpa izin.

“Sudah ada banyak kejadian, dimana seseorang difoto dan direkam tanpa izin kemudian diunggah di media sosial demi konten, dan subjek dalam konten tersebut mengalami depresi bahkan berpengaruh pada kesehatan fisiknya,” ujarnya.

Muhajir melanjutkan, sebagian orang bisa saja tidak keberatan jika dirinya dimasukkan dalam konten meski tanpa izin. Karena kehadirannya secara virtual dalam konten tersebut tidak merugikannya secara personal, malah menjadi terkenal karena konten tersebut menjadi viral.

 

Tapi Muhajir mengingatkan jika tak semua orang merasa senang dan nyaman jika kehidupan pribadinya diusik dan disebarluaskan ke publik, apalagi konten tersebut dapat merugikannya secara personal.

 

Olehnya itu, setiap orang perlu menaati etika publikasi di media sosial, salah satunya adalah meminta izin kepada seseorang yang hendak dibuatkan konten medsos. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Sebab, bukan hanya subjek konten yang akan dirugikan, tapi juga pembuat konten bisa dijerat pidana melalui UU ITE jika yang bersangkutan merasa martabat dan nama baiknya tercemari oleh konten tersebut.

 

“Ada adab yang harus diperhatikan dalam membuat konten. Pertama, apakah konten tersebut untuk kepentingan publik dan tidak melanggar hak individu. Kedua, perbaiki motif Anda apakah untuk edukasi atau hanya untuk jadi bahan lucu-lucuan yang bisa memancing praktik bullyng. Ketiga, lihat dari sisi dampaknya apakah ada yang akan dirugikan dari konten tersebut,” ujarnya.

 

Sementara M. Yunasri Ridhoh, menyoroti perlunya menjaga hak privasi di era digital. Dalam paparannya, Ari, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa hak privasi adalah bagian fundamental dari hak asasi manusia yang harus dihormati oleh setiap orang.

 

“Di dunia yang semakin terhubung ini, banyak dari kita tidak menyadari betapa pentingnya menjaga informasi pribadi. Setiap postingan yang kita bagikan memiliki dampak, yang tidak selalu positif, kadang juga negatif, terhadap privasi kita dan orang lain,” ujarnya.

 

Ari juga menekankan pentingnya etika publikasi di media sosial. Menurutnya, publikasi yang bertanggung jawab tidak hanya melindungi privasi, tetapi juga menjaga keharmonisan dan keamanan di ranah digital.

 

“Etika publikasi itu mencakup banyak hal, diantaranya yang paling penting ialah penghormatan terhadap privasi orang lain, keakuratan informasi yang dibagikan, dan kesadaran akan dampak dari konten yang kita sebarkan. Sebagai warga digital (digital citizens/nitizens), kita memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan positif,” tutup Ari.

Sebagai informasi, Edufair adalah kegiatan tahunan Mahasiswa Teknologi Pendidikan UNM yang telah digelar sejak tahun 2017 lalu. Edufair ini tak hanya diisi kegiatan edukatif, tapi juga sejumlah hiburan, dan lomba. Edufair kali ini mengusung tema Explore: Experienced Learning for The Future. (Jir)