Unjuk Rasa, Massa CLAT Tuntut Hakim Profesional

Unjuk Rasa, Massa CLAT Tuntut Hakim Profesional

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Puluhan massa dari organisasi Celebes Law And Transparency (CLAT), gelar aksi unjukrasa di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Selasa (9/1/2024) siang.

Mereka melakukan demo di PN Makassar, untuk memberikan support kepada hakim dan jaksa serta semua elemen penegak hukum, untuk senantiasa membantu dan mengawal problem yang terjadi.

Bacaan Lainnya

Tujuannya agar keadilan dapat untuk di imbangi dengan baik. Seperti kasus yang bergulir di Pengadilan Negeri Makassar, dengan nomor: 1206/PID.B/2023/PN.MKS. Dimana dalam perkara itu, mendudukkan Elly Gwandy sebagai terdakwa.

“Kami harap kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar agar tetap profesional atau objektif dalam menangani perkara tersebut, ” kata Koordinator Lapangan aksi, Fahmi Sofyan saat menyampaikan orasinya di depan PN Makassar.

Maka dari hal tersebut, pihaknya berharap dalam menangani dan menelaah setiap perkara, majelis hakim pada Pengadilan Negeri Makassar, dapat berpendapat lain dan memutuskan dengan seadil-adilnya.

Sehubungan dengan adanya perkara tersebut yang telah di nyatakan banding oleh Jaksa Penuntut Umum ke Pengadilan Tinggi Makassar, massa meminta beberapa hal kepada majelis hakim.

Pertama, meminta kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar, untuk bersikap profesional dalam menangani perkara tanpa ada tebang pilih. Jangan ada tendensi dari pihak manapun.

“Kedua kami juga meminta dan memohon kepada Hakim Pengadilan Negeri Makassar, untuk lebih selektif dalam menangani setiap perkara di Pengadilan Negeri Makassar, ” imbuh Fahmi Sofyan.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Makassar, Sibali saat menerima aspirasi para demonstran akan melaporkan ke pengadilan dan ke Majelis Hakim yang menyidangkan perkara tersebut.

“Kami terima aspirasinya dan laporkan ke Pengadilan. Kemudian kami akan menyampaikan ke majelis hakimnya kalau ada demo terkait kasus yang sedang disidangkan, ” ucap Sibali.

Sebelumnya, puluhan massa dari Organisasi CLAT, juga melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor Pengadilan Tinggi (PT) Makassar, Jl Urip Sumoharjo.

Aksi yang dilakukan tersebut, adanya Aparat Penegak Hukum (APH) yakni Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar, diduga memberi putusan terhadap perkara yang menciderai keadilan terhadap korban.

Demo tersebut, terkait indikasi tidak adanya keadilan hakim usai menerima eksepsi terdakwa Elly Gwandy dalam perkara dugaan kasus pengancaman dan pemerasan terhadap Lily Montolalu.

Dimana Ketua Majelis Hakim Ni Putu Sri Indayani, dalam amar putusannya mengatakan perkara tersebut sudah daluarsa. Padahal laporan korban tersebut diterima kepolisian hingga tahap dua di Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pada persidangan dakwaan, terdakwa Elly Gwandy dijerat dengan pasal berlapis. Yakni melakukan tindak pidana sesuai dengan pasal 365 ayat 1 KUHP. Ancaman pidana penjaranya selama 9 tahun.

Tak hanya itu, Terdakwa Elly Gwandy juga dijerat oleh JPU Cabjari Makassar dengan pasal 368 ayat 1 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Ancaman pidananya maksimal 12 tahun.(Jay)