Pertarungan 7 Partai di Dapil 7 Sulsel, Siapa Tersingkir?

Pertarungan 7 Partai di Dapil 7 Sulsel, Siapa Tersingkir?

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Tujuh partai politik mampu mendominasi suara di Dapil 7 Sulsel pada Pemilu 2019 lalu. Seluruh partai ini akan kembali saling sikut untuk memperebutkan kursi parlemen DPRD Sulsel pada 2024.

Berdasarkan hasil Pemilu 2019, tujuh partai pemenang di Dapil 7 Sulsel, yakni: Partai Golkar, Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), NasDem, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat.

Bacaan Lainnya

Direktur Eksekutif PT General Survei Indonesia (GSI) Dr.Jufriadi Karaeng Sila, menuturkan posisi suatu parpol dalam kontestasi Pemilu sangat memungkinkan mengalami perubahan.

“Pengaruh Pemilu Presiden sangat signifikan. Jadi, sangat memungkinkan ada dua parpol dalam posisi rawan. Kemudian, ada parpol yang sebelumnya tidak memiliki kursi, pada Pileg 2024 berpeluang masuk,” paparnya dalam Ngobrol Politik Bedah Peluang Gerindra di Dapil 7 Sulsel di Jolin Hotel, Jalan Pengayoman, Senin (22/01/2024).

Dr.Jufriadi menyebutkan berdasarkan hasil survei lembaganya selama lima hari, yakni 1 Januari hingga 6 Januari 2024 dengan 720 responden dengan margin error 2,8%, elektoral Partai Gerindra berada di angka 29,7% atau melampaui Partai Golkar.

Adapun Partai Golkar elektoralnya mencapai 11,2% berada di bawah Partai NasDem di angka 13,4% atau urutan kedua. Selanjutnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 7,2%, Demokrat 6,8%, PKS dan PAN 4,1%, serta PDIP di angka 3,8%.

Selanjutnya, PKB berada di angka 1,8%, Gelora 0,8%, Partai Ummat 0,5%, PBB 0,3%, Hanura 0,2%, Partai Buruh 0,2%, PKN 0,0%, PSI dan Garuda 0,1%.

“Posisi partai sekarang di Dapil 7 Sulsel sangat bergantung perolehan kursi Partai Gerindra dan Partai NasDem. Kalau kedua partai ini berhasil meraih minimal dua kursi, maka tentu saja ada partai hasil Pemilu 2019 akan tersingkir di Pemilu 2024. Apalagi kalau Partai Gerindra meraih tiga kursi,” katanya.

“Pertanyaannya partai apa yang dalam posisi rawan? Bisa saja PKS, PAN, dan PDIP. Malah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sesuai hasil rekaman kami berpeluang mengisi satu kursi di DPRD Sulsel,” lanjut Dr.Jufriadi.

Akademisi Universitas Bosowa (UNIBOS) Dr. Arief Wicaksono dalam tanggapannya menilai Dapil 7 Sulsel sangat menarik karena ada karakteristik yang tidak menyertakan daerah pemilihan (Dapil) lain. Mengacu pada data Pemilu 2019 lalu, Gerindra berada di urutan kedua setelah Partai Golkar.

Artinya, dalam beberapa point maka besar kemungkinan Partai Gerindra bisa melampaui capaian Partai Golkar di Dapil 7 Sulsel pada 2024 ini. Itu jika Partai Gerindra mampu memanfaatkan momentum.

“Politik itu persoalan momentum. Bagaimana kita memperlakukan momentum tersebut. Apakah kita mau menjemput atau menunggu peluang,” jelas Dr. Arief.

Lebih jauh, Dr.Arief menilai potensi Gerindra di Dapil 7 Sulsel sangat besar. Apalagi ada target-target dari Yasir Machmud yang sangat bisa dimanfaatkan.

“Kontestasi Pilpres ini menciptakan efek ekor jas yang mengangkat elektoral Partai Gerindra di Sulsel. Melihat 2019 lalu, suara Prabowo harus diakui lebih besar dari Jokowi. Aspek historis ini sangat bisa berlanjut,” ujarnya.

“Melihat pergerakan Pak Yasir untuk DPRD Sulsel sepertinya kerja-kerja DPR RI. Maksudnya, kerja-kerja Pak Yasir sangat spesifik menggarap kantong-kantong suara,” terang Dr.Arief.(mah)