Penetapan Tersangka Smart Toilet Sangkarrang Tunggu Hasil Perhitungan Kerugian Negara

Penetapan Tersangka Smart Toilet Sangkarrang Tunggu Hasil Perhitungan Kerugian Negara

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Hingga saat ini, Tim Penyidik Kantor Cabang Kejari (Cabjari) Makassar di Pelabuhan terus mendalami dugaan korupsi Smart Toilet di Kepulauan Sangkarrang, Makassar.

Kepala Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Makassar di Pelabuhan, Koharudin mengatakan, untuk menetapkan tersangka  Smart Toilet di Kepulauan Sangkarrang, pihaknya masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara (PKN).

Bacaan Lainnya
 

“Perkembangannya saat ini, tinggal menunggu perhitungan kerugian negara dari Inspektorat Provinsi Sulsel, ” kata Koharudin saat dihubungi, Minggu (14/1/2024).

Koharudin menyebut, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap semua saksi-saksi yang berkaitan dengan Smart Toilet Sangkarrang. Ada kurang lebih 20 orang telah dimintai keterangan.

“Kalau saksi-saksi sudah semua. Mulai dari pihak sekolah, KPA, PPK dan PPTK. Termasuk juga ahli kontruksi sudah juga diperiksa, ” sebut Koharudin.

Lebih jauh Koharudin menuturkan, pihaknya tinggal menunggu hasil penghitungan kerugian negara dari Inspektorat. Setelah ada hasil perhitungan, pihaknya akan periksa saksi-saksi kembali lalu diekspose untuk menentukan calon-calon tersangka.

“Kami belum bisa memprediksi kisaran total kerugian negara. Kami harus tunggu perhitungan lengkap secara resmi, tidak boleh diduga-duga, ” tutur Koharudin.

Diketahui, selain mengusut pembangunan Smart Toilet di Kepulauan Sangkarrang, Cabjari Makassar di Pelabuhan juga telah mengusut kasus yang sama di Kecamatan Wajo dan Ujung Tanah.

Pembangunan Smart Toilet di Kecamatan Wajo dan Ujung Tanah, terdakwanya telah divonis oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Makassar beberapa waktu lalu.

Ada dua terdakwa dalam kasus itu. Yakni terdakwa Din Diari, merupakan terdakwa korupsi Smart Toilet di Kecamatan Ujung dan Wahyu Ahsan terdakwa pengadaan Smart Toilet di Kecamatan Wajo.

Terdakwa Din Diari, divonis satu tahun empat bulan atau 16 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Negeri Makassar.

Vonis terdakwa korupsi Smart Toilet di Kecamatan Ujung Tanah ini, lebih ringan tiga tahun enam bulan dari tuntutan JPU, yakni lima tahun.

Sedang vonis terdakwa Wahyu Ahsan pengadaan Smart Toilet di Kecamatan Wajo, lebih ringan empat tahun dua bulan dari tuntutan JPU.(Jay)