Talk Show Sekaligus Peluncuran Buku Biografi Muslimin Bando Digelar di Enrekang

Talk Show Sekaligus Peluncuran Buku Biografi Muslimin Bando Digelar di Enrekang


ENREKANG, UPEKS.co.id — Tim Perpustakaan Nasional RI yang dipimpin oleh Drs. H. Sarif Bando bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang menggelar talk show dengan tema sentral “Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat untuk Kesejahteraan Masyarakat Enrekang” acara dihelat di Aula Perpusda Kabu6 Enrekang, Rabu (13/12/2023).

Tampil sebagai narasumber utama adalah Mantan Kepala Perpustakaan Nasional, Sarif Bando, Anggota Komisi X DPR RI, Mitra Fakhruddin, PJ Sekretaris Daerah Enrekang, A. Sapada, Ketua GPMB Enrekang sekaligus Akademisi Unimen, Ilham Kadir. Acara dipandu oleh Pustakawan Ahli Muda Dispustaka Enrekang, Irsan.

Bacaan Lainnya
 

Dalam paparannya, Sarif Bando menyatakan kemajuan yang dicapai negara-negara produsen seperti Jepang dan Korea itu dimulai dari literasi, khususnya literasi terapan. Dia menjelaskan Handphone yang kita gunakan saat ini, yang rata-rata produk Korea Selatan dan Amerika adalah hasil literasi.

“Bayangkan, batu bara Indonesia yang diekspor  ke Korea dengan harga 5 miliar untuk 1 kapal, digunakan untuk menyalakan mesin-mesin produksi di Korea, hasilnya dapan memproduksi satu juta handphone, lalu kembali ke Indonesia dengan nilai 2,5 triliun. Itu semua karena literasi”, papar Sarif Bando.

Sementara itu Anggota DPR RI Mitra Fakhruddin menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat terus menyediakan infrastuktur bagi terciptanya sarana untuk memudahkan masyarakat mengakses bahan-bahan bacaan. Mulai dari pelosok hingga ibu kota.

“Kami dari Komisi X terus berupaya memberikan layanan kepada masyarakat terkait fasilitas agar literasi hidup mulai dari pelosok. Kita sediakan bahan-bahan bacaan yang memadai, selain itu regulasi terkait keberpihakan pada penggiat literasi terus diupayakan,” terang Putra mantan Bupati Enrekang, Muslimin Bando ini.

PJ Sekda Enrekang, A. Sapada menyampaikan pentingnya literasi sebagai tonggak peradaban. Menurutnya, literasi bukan sekadar baca buku, tetapi mampu mengubah pola pikir, pandangan terhadap alam, etos kerja, budaya, hingga peradaban. Semua bermuara dari literasi.

Sementara itu, Dosen Universitas Muhammadiyah Enrekang sekaligus sebagai Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Enrekang, Ilham Kadir, menyampaikan pentingnya ekosistem literasi.

“Ekosistem literasi bermula dari diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat, hingga Pemerintah. Satu dengan lainnya sangat berkaitan. Namun paling dominan adalah individu dan masyarakat,” jelas Ilham Kadir.

Karena itu, mulailah dari diri sendiri, sediakan tempat khusus di rumah untuk membaca, menulis, sediakan waktu khusus, dan alokasikan dana khusus dari penghasilan bulanan minimal lima persen untuk belanja buku-buku yang kita butuhkan.

“Pilihlah bahan bacaan yang terkait erat dengan tujuan hidup, minat, dan kemanfaatan. Sebab umur yang pendek, dengan bahan bacaan melimpah membuat setiap orang harus selektif memilih bacaan bermanfaat,” jelasnya.

Acara talk show juga disandingkan dengan peluncuran buku “Senarai Kisah Muslimin Bando” yang ditulis oleh Yusran Darmawan. Buku tersebut merupakan biografi singkat dari mantan Bupati Enrekang, priode 2013-2018; 2018-2023.

Acara dihadiri oleh Tim Perpusnas RI, Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Lurah, Kepala Desa, Kepala Sekolah, Awak Media, dan para undangan yang memenuhi Auditorium  Perpusda Enrekang. (Sry)