Siapkan 72 Dosen Jadi Guru Besar, Unismuh Gelar Sosialisasi Permenpan – RB tentang Jabatan Fungsional Dosen

Siapkan 72 Dosen Jadi Guru Besar, Unismuh Gelar Sosialisasi Permenpan - RB tentang Jabatan Fungsional Dosen

 

MAKASSAR, UPEKS.co.id —- Universitas Muhammadiyah  (Unismuh) Makassar mengadakan sosialisasi mengenai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 tahun 2023 khususnya tentang Jabatan Fungsional Bagi Dosen DPK dan Persyarikatan di Balai Sidang Muktamar ke 47, Kampus Unismuh Makassar, Jl Sultan Alauddin.

Bacaan Lainnya
 

Sosialisasi ini menghadirkan Tim Direktorat Sumber Daya Dirjen Ristekdikti dan ditujukan kepada Dosen DPK dan Persyarikatan di Unismuh Makassar.

Tim Kemdikbud yang hadir yakni Iwan Winardi, SPd MPd, Santi Sayanti Agustina, SE, MM, Puput Puspita Rakhman serta Wasis Widyamoko Adi.

Dalam sambutan pengantarnya, Wakil Rektor II Unismuh Makassar Prof Andi Sukri Syamsuri mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk dosen.

“Di Unismuh Makassar ada 700 orang dosen, dan yang siap untuk guru besar sebanyak 70 orang, inilah yang harus kita dorong cepat agar bisa menjadi guru besar,” tambah Andis, sapaan akrab Wakil Rektor II Unismuh itu.

Selain itu, lanjut Andis, masih ada sekitar 500 orang yang akan dipacu untuk menjadi lektor kepala.

“Inilah tujuan kita menggelar sosialisasi untuk menjelaskan lebih jauh regulasi baru terkait dengan kepangkatan,” ungkapnya.

Pelaksana Harian Rektor (Plh) Unismuh Makassar, Dr Abd Rakhim Nanda menyampaikan bahwa ada beberapa perubahan tata kelola jabatan fungsional dari peraturan 13 2013, dengan Permenpan-RB No 1 Tahun 2023.

Menurutnya, Unismuh memberikan perhatian khusus dalam pembinaan karir dosen. Rakhim menjelaskan, Unismuh saat ini Apalagi saat ini Unismuh telah memiliki 19 guru besar, 72 Lektor kepala, lebih 200 Lektor, dan 200-an asisten ahli. Ada pula dosen yang baru terangkat tahun ini, yang belum memiliki jabatan fungsional.

Wakil Rektor I Unismuh Makassar itu juga memberi apresiasi khusus kepada LLDIKTI IX yang telah memberikan perhatian khusus kepada Unismuh Makassar, khususnya dalam pendampingan pengurusan jabatan fungsional dosen.

*Pemetaan Potensi Dosen*

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Makassar Prof Gagaring Pagalung menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut penting bagi pengembangan potensi diri dosen.

Ia mendorong dosen untuk senantiasa melakukan analisis diri dengan pendekatan SWOT, untuk mengetahui kelebihan, kekurangan, peluang dan tantangan. Selain itu ia menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia.

“Materi ini harus kita simak dengan baik, sehingga ketika kembali khususnya bagian SDM bisa memetakan siapa saja yang bisa menjadi Guru Besar di tahun 2024. siapa yang lektor bisa menjadi lektor kepala. Siapa yang asisten menjadi lektor harus terpetakan dengan baik,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Direktorat SDM Kemdikbudristek yang telah membantu Unismuh dalam sosialisasi  peraturan yang terkait dengan jabatan fungsional dosen. (aca)