Sepanjang 2023, Polrestabes Makassar Terima Laporan Kejahatan 5.670

Sepanjang 2023, Polrestabes Makassar Terima Laporan Kejahatan 5.670

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mukhamad Ngajib didampingi Wakapolrestabes Makassar AKBP Budi Santoso dan Kasi Humas AKP Wahiduddin, memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2023, di Mapolrestabes Makassar, Sabtu (30/12/2023).

Dalam paparannya, Kombes Pol Ngajib menyampaikan beberapa capaian kinerja. Diantaranya pengungkapan kasus kriminalitas, peredaran narkotika dan pelanggaran lalu lintas.

Bacaan Lainnya
 

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mukhamad Ngajib menyebutkan, Polrestabes Makassar mencatat sepanjang tahun 2023 ada 5.670 laporan kejahatan. Jumlah tersebut sebut Ngajib, menurun dibanding tahun 2022 dengan jumlah laporan 7.155.

“Untuk tahun 2023 ini, jumlah kasus mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Dari beberapa laporan ini berhasil diungkap. Seperti, diantaranya kasus pencurian, curanmor, pencabulan hingga kegiatan ilegal, ” sebutnya.

Sementara untuk pengungkapan kasus narkotika di Satuan Narkoba pada tahun 2023 ini, ada 373 laporan. Sedangkan tahun sebelumnya dengan bukti laporan polisi sebanyak 357.

 “Jumlah laporan pada tahun 2023 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya atau 2022, ” ucap Ngajib di hadapan sejumlah awak media.

Sedangkan untuk Satlantas, pada tahun 2023 ini mencatat kasus kecelakaan sebanyak 1.752. Korban meninggal dunia 103 orang, luka berat 1 orang, luka ringan 1.168, kerugian materil Rp 1.736.880.000. Adapun tabrak lari tercatat sebanyak 383 kasus.

Untuk tahun 2022, lantas Polrestabes mencatat 1.484 kasus kecelakaan lalu lintas. Meninggal dunia 123 korban, luka berat 4 orang, 1.907 luka ringan dan kerugian Materil sebanyak Rp 1.570 870.000. sedang kasus tabrak lari 356.

“Secara kualitas terjadi peningkatan, namun secara kuantitas terjadi penurunan untuk satuan di lantas Polrestabes ini, ”  sebut mantan Kapolrestabes Palembang ini.

Adapun jumlah pelanggaran lanjut Ngajib, tahun 2023 sebanyak 16.357. Sedang tahun 2022 sebanyak 13.132 pelanggaran. Jumlah pelanggaran itu didominasi roda dua dan empat.

“Jumlah pelanggaran tahun ini terjadi peningkatan perkara. Pelanggar itu didominasi roda dua dan empat yang menggunakan knalpot brong atau bogar, ” terang Ngajib.(Jay)