Rutin Sidak Harga di Pasar Tradisional, Pemprov Sukses Tekan Inflasi November

Rutin Sidak Harga di Pasar Tradisional, Pemprov Sukses Tekan Inflasi November

Rutin Sidak Harga di Pasar Tradisional, Pemprov Sukses Tekan Inflasi November

MAKASSAR, Upeks.co.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sukses menekan inflasi pada November 2023 yang tercatat 2023 tercatat 2,79%. Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 2,86%.

Bacaan Lainnya
 

Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Provinsi Sulsel Junaedi, mengatakan, pencapaian inflasi bulan November yang berada dibawah nasional, tidak terlepas dari strategi Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, yang rutin turun langsung mengontrol harga pangan di sejumlah pasar tradisional.

Tidak hanya pasar tradisional di Kota Makassar saja, beberapa pasar tradisional di kabupaten kota lainnya juga tidak luput dari kunjungan Pj Gubernur Bahtiar.

Sejumlah pasar tradisional yang dikunjungi di antaranya, di Kota Makassar yakni Pasar Pabaeng-baeng, Pasar Terong, Pasar Daya Makassar, Pasar Toddopuli Makassar, PPI Paotere Sabutung. Kemudian Pasar Tramo dan Pasar Batang Ase Maros, serta Pasar Minasa Maupa Gowa.

“Alhamdulillah pertama kali dalam lima tahun terakhir, inflasi kita dibawah nasional.   Ini tentu kita capai berkat kolaborasi dan rutinnya Bapak Pj Gubernur melakukan kunjungan ke pasar tradisional untuk mengecek harga,” kata Junaedi.

Sementara untuk mengantisipasi tekanan inflasi saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti, sambung Junaedi, Pemprov Sulsel bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulsel menghadirkan layanan Mini Distribusi Center (MDC).

Selama bulan Desember 2023, layanan MDC akan dihadirkan di pasar tradisional di Kota Makassar, serta akan menyasar Kabupaten/Kota lainnya, khususnya pada 5 daerah IHK. MDC beroperasi selama 5 hari dalam sepekan, yakni setiap Senin hingga Jumat.

Sementara Pj Sekprov Sulsel Andi Muhammad Arsjad mengatakan, bahwa penurunan angka inflasi pada November, tidak terlepas dari upaya Pemprov bersama seluruh stakeholder terkait.

“Inflasi kita bisa tetap turun dan terkendali, mengingat upaya yang sudah dilakukan selama ini telah terkoordinasi dan terkonsolidasi dengan baik,” katanya.

“Kita tidak boleh lengah, karena bisa saja berubah. Olehnya itu tetap rutin kontrol pengecekan harga melalui panel harga, untuk memastikan harga-harga pangan kita khususnya komoditi penyumbang inflasi dalam tatanan wajar dan terkendali,” pungkasnya.

Sebelumnya pengamat ekonomi Unhas, Prof Marzuki DEA, memuji kebijakan Pemprov Sulsel dalam melakukan pengendalian inflasi di daerah ini. “Saya kira apa yang dilakukan Pemprov Sulsel dengan berbagai kebijakannya bersama pihak terkait lainnya sudah sangat baik. Bahkan melampaui target, sebab tingkat inflasi Sulsel lebih rendah dari nasional,” kata Prof Marzuki.

Dengan pemantauan harga dan stok yang gencar dilakukan Pj Gubernur Sulsel dan jajaran TPID Sulsel, kata Prof Marzuki, maka harga-harga dan ketersediaan stok dari komoditas kebutuhan utama masyarakat dapat terkendali. (*)