Realisasi Penerimaan Pajak dan Retribusi Kolaka Capai 90 Persen

Realisasi Penerimaan Pajak dan Retribusi Kolaka Capai 90 Persen

KOLAKA,UPEKS.co.id Realisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah Januari hingga Desember 2023 baru tercapai sebesar 90 persen atau sebesar Rp 51.407.411.106 dari target sebesar Rp 58.343.590.554.

Hal itu berdasarkan data yang diterima media ini dari Kepala Bidang (Kabid) Penagihan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kolaka, Erick Evansyah, Jumat (29/12/2023).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data tersebut kata Erick dari sejumlah item penerimaan pajak dan retribusi daerah hanya ada dua obyek penerimaan pajak dan retribusi daerah yang melebihi target yaitu Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan non PLN dari target sebesar Rp 26.446.385.000,-dan terealisasi sebesar Rp 26.545.488.574 dengan persentase sebesar 100,37 persen.

Sementara obyek penerimaan pajak dan retribusi daerah juga melebihi target yaitu dari pajak restoran, dari target Rp 5.184.000.000, terealisasi sebesar Rp 6.144.532.844 dengan persentase sebesar 118,53 persen.

Sementara obyek penerimaan pajak dan retribusi lainnya seperti pajak mineral bukan logam dan batuan dari target sebesar Rp I6.533.205.554, terealisasi sebesar Rp 5.622.580.754, atau dengan persentase sebesar 85,80 persen sehingga masih minus sebesar Rp 930.624.800.

Begitupun halnya dengan obyek penerimaan pajak lainnya yakni PBB-P2 hanya tercapai sebesar 72,27 persen, dari targetnya sebesar Rp 6.975.000.000,-dan terealisasi hanya sebesar Rp 5.041.018.204. Selanjutnya penerimaan dari BPHTB juga terealisasi sebesar 62,60 persen dari target penerimaan sebesar Rp 7.000.000.000,- hanya terealisasi sebesar Rp 4.382.065.765, atau masih minus sebesar Rp 2.617.994.235.

Sementara Kepala Bapenda Kolaka Muh Ridha Tahrir dikonfirmasi media ini melalui selularnya, Sabtu (30/12/2023) terkait hal itu menjelaskan bahwa adanya pemasukan beberapa sektor penerimaan seperti PBB dan BPHTB yang belum dipindah bujukan dari rekening penampungan ke Kasda Daerah (Kasda). Meski demikian kata Ridha atau juga beberapa penerimaan yang melampaui target diatas 100 persen.

“Jadi sejumlah obyek penerimaan pajak dan retribusi yang belum maksimal kita berharap kedepan lebih dimaksimlkan penagihannya melalui tim Yustisi,” ujarnya. (pil)