Polda Sulsel Bongkar Penipuan Online Beromzet Miliaran

Polda Sulsel Bongkar Penipuan Online Beromzet Miliaran

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Penyidik Subdit 5 Tipidsiber Polda Sulsel, berhasil bongkar penipuan online atau pasobis di wilayah Sulsel. Dari pengungkapan itu, empat pelaku berhasil diamankan masing-masing berinisial AA (25), MS (25), AE (29) dan MS (26).

Para pelaku masing-masing warga asal Kabupaten Sidrap ini, tertangkap tangan sementara melakukan tindak pidana penipuan online. Modusnya jual pakaian jenis daster murah dengan harga promo. Mereka pun tertangkap, pada Jumat 24 September 2023.

Bacaan Lainnya
 

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Rauf mengatakan, para tersangka diamankan bersama barang bukti ke Polda Sulsel. Keempat tersangka tersebut telah melakukan penipuan sejak tahun 2018 hingga Sepetember 2023.

“Kemudian setelah dilakukan pendalaman dan dari hasil analisis PPATK, diduga hasil dari tindak pidana tersebut, para tersangka telah membeli beberapa aset dengan jumlah transaksi yang cukup besar. Para tersangka ini dikenakan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),” kata Helmi, Kamis (14/12/2023).

Adapun modusnya lanjut Helmi, dengan cara memposting iklan palsu pada media sosial Instagram dengan menawarkan jual pakaian jenis Daster dengan harga promo (Murah). Pelaku pun cantumkan nomor Whatsapp yang akan digunakan untuk berkomunikasi dengan calon pembeli.

 “Jika ada yang berminat akan diberikan format pesanan berupa nama, nomor rekening, alamat calon pembeli. Kemudian setelah korban mengirimkan sejumlah uang, maka tersangka akan mengarahkan korbannya untuk menghubungi bendahara toko dengan alasan ada kesalahan teknis,” beber Helmi.

Mantan Dirresnarkoba Polda NTB ini menyebut, terdapat beberapa korban dengan jumlah/total kerugian yang mencapai kurang lebih sebesar Rp 4,6 miliar. Saat ini masih dilakukan pendataan terhadap Korban lainnya.

“Korbannya banyak meski kerugiannya bervariasi. Memang ada kerugiannya hanya 100 ribu, 200 ribu, Rp 500 dan Rp 1 juta. Tapi karena korbannya banyak, sehingga ditindaklanjuti oleh Polda Sulsel dan di backup oleh Mabes Polri, dibantu juga dengan PPATK, ” beber Helmi. (Jay)