Pidmil Tingkatkan Koneksitas Dengan Kejaksaan Tangani Masalah Hukum TNI yang Melibatkan Masyarakat Sipil

Pidmil Tingkatkan Koneksitas Dengan Kejaksaan Tangani Masalah Hukum TNI yang Melibatkan Masyarakat Sipil

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, gelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ”Tugas dan Fungsi Jaksa Agung Muda Pidana Militer dalam Penanganan Perkara Koneksitas serta Kompleksitasnya”.

FGD ini dihadiri oleh Jaksa Agung Muda Pidana Militer Dr W Indrajit dan Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Militer Edy Birton, para Kajati, para Kajari, para Aspidmil dan para Kacabjari.

Bacaan Lainnya
 

Kajati Sulsel, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam sambutannya mengatakan, di usia yang baru sekitar 2 tahun terus melakukan upaya untuk membangun relasi kelembagaan dengan stakeholder terkait, khususnya dengan satuan TNI. 

“Perlu disadari bersama bahwa di masa mendatang, tugas yang dibebankan kepada kita semua selaku aparat penegak hukum akan semakin berat. Tidak mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri satuan kerja, akan tetapi harus dilaksanakan secara bersinergi oleh semua pihak yang terkait, ” ucap Kajati.

Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan kemampuan dan profesionalisme dari masing-masing pihak yang mampu menjawab tantangan dan tuntutan tugas di masa yang akan datang. Sehingga menjadikan tugas aparat penegak hukum dapat dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah diamanatkan.

“Karena itulah kolaborasi dan sinergi antara Kejaksaan RI dengan TNI yang telah terjalin dengan baik, tetap kita jaga dan pelihara silaturahmi. Serta komunikasi yang baik agar hubungan kelembagaan akan semakin solid dan meningkat dalam menyelesaikan permasalahan hukum yang dilakukan TNI yang melibatkan masyarakat sipil, ” imbuh Leonard.

Leonard Eben Ezer Simanjuntak  juga mengingatkan bahwa dalam perkara Koneksitas ini, tetap Prinsip Dominus Litis yang merupakan cerminan dari pelaksanaan prinsip SINGLE PROSECUTION SYSTEM.

“Yang berarti bahwa segala kewenangan penuntutan yang dilaksanakan oleh lembaga manapun, berada di bawah pengawasan dan pengendalian Jaksa Agung sebagai Penuntut Umum Tertinggi,” beber Leonard.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Pidana Militer Dr W Indrajit, juga menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dari Koneksitas, yaitu untuk memberikan jaminan bagi terlaksananya peradilan koneksitas yang cepat dan adil.

Walaupun kata Indrajit, ada kemungkinan proses yang ditempuh ini tidak semudah seperti mengadili perkara pidana biasa. Namun dengan adanya Jampidmil tersebut, telah terdapat relasi kelembagaan yang sangat kuat dan erat antara Kejaksaan dan TNI (antara Jaksa dan Oditurat).

Hingga saat ini lanjut Indrajit, organisasi Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer telah melaksanakan penanganan koneksitas, selama Triwulan III tahun 2023. Yaitu 52  kegiatan Koordinasi teknis penuntutan bersama Oditur Militer dan Penyidik Polisi Militer. 

“566 kegiatan koordinasi teknis penyidikan dan penuntutan ini, dilakukan dengan unsur Pomdam dan Oditur Militer serta Oditur Militer Tinggi,” ucapnya. (Jay)