Hanya Miliki Satu Dokter, PKM Buntu Batu Tak Maksimal Layani Pasien

Hanya Miliki Satu Dokter, PKM Buntu Batu Tak Maksimal Layani Pasien

ENREKANG,UPEKS.co.id— Masyarakat Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang keluhkan pelayanan di Puskesmas Buntu Batu yang tak maksimal karena hanya memiliki satu dokter umum. Apalagi jika dokter tersebut sedang ada kegiatan diluar sehingga tak dapat melayani pasien, terpaksa layanan kesehatan tak dirasakan maksimal oleh masyarakat.

Sukraeni, Kapus Buntu Batu menjelaskan seharusnya di Puskesmasnya minimal punya dua dokter. Mengingat Kecamatan Buntu Batu memiliki 15 ribu penduduk, menurutnya rasio 5 ribu penduduk per 1 dokter, namun faktanya PKM Buntu Batu hanya ada 1 dokter saja.

Bacaan Lainnya
 

“Seharusnya 3 dokter atau paling sedikit 2 dokter. Tiga tahun yang lalu kami punya 2 dokter dan pelayanan aman. Tapi sekarang tinggal satu. Kemarin ada pengganti tapi cuman ditambahkan tugasnya nah itukan bukan solusi karena pasien itu tidak kenal waktu,” ujar Kapus Buntu Batu.

Bahkan Sukraeni sudah sering masukkan permintaan penambahan dokter sampai ke Bupati dan itu dilakukan setiap tahun tapi alasan dokter kurang dan disuruh sabar menunggu.

“Tapi kondisi sekarang ini, kasihan calon KPPS yang akan mengambil keterangan berbadan sehat karena dokter lagi pulang karena bapaknya sakit dan itu sampai hari Senin sementara waktu mereka sudah mepet. Saya juga tidak bisa menahan dokter karena orang tuanya sakit,” Pungkasnya.

Sukraeni mengatakan bukan saja untuk KPPS tapi juga untuk pasien yang jumlahnya sangat tinggi. Pasien rujukan jumlahnya ratusan perbulan sementara pasien rawat jalan setiap hari diatas 50 orang, belum lagi pasien rawat inap. Dokter hanya satu dan kondisinya bekerja 24 jam. Padahal seharusnya dilakukan per shift pagi, siang dan malam tapi karena hanya satu dokter maka dokter ini harus bekerja hingga malam hari. 

Terpisah, Ariyatmawan, Kordiv Teknis Penyelenggaraan Pemilu PPK Buntu Batu mengatakan ada dugaan Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan sengaja melakukan pembiaran.

“Kami menduga bahwa Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan tidak serius menangani persoalan kesehatan di Buntu Batu. Bayangkan dengan jumlah penduduk puluhan ribu apakah mampu hanya ditangani dengan satu dokter,”ujarnya.

Ariyatmawan menjelaskan terkhusus untuk tahapan Pemilu, perekrutan KPPS saat ini sedang berjalan. Calon KPPS wajib melampirkan surat keterangan sehat, sedangkan dokter di Puskesmas tidak ada.

“Kan tidak mungkin waktu tahapan perekrutan menunggu dokternya pulang. Lagi-lagi ini membuktikan bahwa Dinas Kesehatan tidak serius memfasilitasi penyelenggara pemilu dan tidak serius untuk menyukseskan Pemilu 2024. Padahal sangat jelas diatur dalam undang-undang bagaimana pemerintah harus ikut terlibat dalam menyukseskan pemilu. Kami sebagai penyelenggara berharap, Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang segera punya solusi terkait hal ini,” Pungkas Ariyatmawan. (Sry)