“Butuh Niat dan Keberanian Sertipikatkan Lapangan Karebosi”

"Butuh Niat dan Keberanian Sertipikatkan Lapangan Karebosi"

Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantor ATR/BPN Kota Makassar, Aksara Alif Raja

 

Bacaan Lainnya
 

KAREBOSI dengan berbagai fasilitas di dalamnya, bagi warga Kota Makassar, bukan sekadar lapangan pada umumnya. Lapangan seluas 107.500 meter per segi itu punya sejarah.

LAPORAN: MAHATIR MAHBUB
——-
MAKASSAR

Di penghujung 2023 ini, Lapangan Karebosi yang merupakan ikon Kota Makassar selain Pantai Losari akhirnya memiliki kejelasan status hukum. Kepemilikannya kini dikuasai penuh oleh Pemerintah Kota Makassar.

Sertipikat berupa Hak Pengelolaan atas Lahan/Tanah (HPL) ditandatangani langsung Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR). Bagi Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto tentu ini adalah kabar menggembirakan.

Sebab, pensertipikatan Karebosi tak gampang. Butuh proses dan upaya maksimal untuk bisa mengantongi sertipikat tersebut. Danny pastinya mengapresiasi kinerja Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Makassar.

Bagi Danny, ini menjadi salah satu legacy atau warisan untuk masyarakat Kota Makassar di masa kepemimpinannya.”Gembira yang luar biasa karena ini urusan 44 tahun, yaitu pensertipikatan Karebosi,” ucap Danny Pomanto di kediaman pribadinya, di Jalan Amirullah.

Lantas siapa yang terlibat dalam proses ini. Adalah sosok Aksara Alif Raja, Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantor ATR/BPN Kota Makassar.

Aksara Alif Radja mengakui proses melegalkan tanah Karebosi tidaklah mudah. Bukitnya, dibutuhkan waktu hingga 44 tahun agar Karebosi diakui di mata hukum. “Karebosi ini bukan hanya ikon Kota Makassar, tapi Sulsel. Upaya ini telah dilakukan sejak awal tahun 80an. Persisnya 44 tahun silam dan tak kunjung bisa dilakukan,” terang Alif–sapaan akrabnya, Jumat (22/12/2023).

Alif menyatakan bahwa membutuhkan komitmen dan keberanian untuk menuntaskan sertipikat Lapangan karebosi.”Butuh niat kuat dan keberanian untuk mensertipikatkan (lapangan) Karebosi. Saya hampir satu tahun pulang balik Makassar-Jakarta untuk urus ini. Karebosi itu sejarah bos,” sebutnya.

Pria kelahiran Belopa ini menegaskan, terbitnya sertipikat secara otomatis menghilangkan simpang siur bahwa Karebosi milik pengusaha atau swasta. “Pastinya, saya tidak kenal siapa pengusaha di situ (Karebosi). Saya hanya ingin memberikan kepastian hukum kepada masyarakat Sulsel atas lahan Karebosi,” katanya.

Alif merinci nilai aset tanah tanpa bangunan di lokasi Karebosi saat ini seharga 20 juta per meter. Dengan luasan Karebosi 107.500 meter persegi maka total nilainya mencapai Rp2,5 triliun.

“Aset itu telah sah menjadi milik Pemkot Makassar. Jangan lupa bahwa ini sinergitas Antara ATR/BPN, Pemkot Makassar dan Kejari Makassar. Sekarang, terserah Pemkot mau apakan,” bebernya.(*)