Ayah dan Anak Ditetapkan Tersangka Penggelapan Akta Perumahan di Pangkep

Ayah dan Anak Ditetapkan Tersangka Penggelapan Akta Perumahan di Pangkep


MAKASSAR,UPEKS.co.id— Penyidik Subdit 3 Ditreskrimum Polda Sulsel, menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan penggelapan akta perumahan di Kabupaten Pangkep. Tiga orang tersangka itu, merupakan seorang ayah dan dua orang anaknya.

Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Sulsel, AKBP Dr Agus Khaerul dikonfirmasi membenarkan, pihaknya telah menetapkan tiga orang tersangka. Agus pun mengaku telah melakukan penahanan terhadap tersangka.

Bacaan Lainnya
 

“Iya betul ada tiga orang sudah resmi kami tetapkan tersangka. Kami juga sudah melakukan penahanan terhadap tersangka,” kata mantan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar ini, Senin (11/12/2023).

Terpisah, Penasihat Hukum pelapor FU dan IL, Arie Karri Elison Dumais mengaku mengapresiasi adanya penetapan tersangka tersebut. Karena kata Arie, sejak 4 tahun lalu baru kali ini kliennya mendapat keadilan.

“Ada enam orang kami laporkan. Enam itu ada satu keluarga dan ada pihak perbankan. Ada juga pihak penghubung,” kata Arie didampingi rekannya, Ananda eka Saputra saat ditemui, Senin (11/12/2023).

Tentunya sebut Arie tidak sampai disitu. Pihaknya berharap ke depan proses hukum ini akan terus berjalan sampai terduga pelaku dinyatakan bersalah. Tetapi, pihaknya tidak mau melampaui penyidik dan tentu tetap menghargai proses hukum yang berjalan.

“Saat ini kami tetap melakukan upaya hukum lain agar tersangka bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun secara umum, kami mengapresiasi terhadap penyidik kepolisian dalam hal ini Polda Sulsel yang telah menindaklanjuti laporannya,” ucap Arie.

Arie menceritakan, laporannya itu di Polda Sulsel terkait dugaan penggelapan akta. Dimana terlapor menjual rumah sebanyak 58 unit di Kabupaten Pangkep, tanpa sepengatahuan oleh pelapor. Sebenarnya bukan hanya kliennya yang dirugikan, namun juga masyarakat yang membeli rumah itu.

Karena lanjut Arie, ada rumah yang di KPR, namun ada lagi masyarakat yang membeli cash. Parahnya disitu. Pihaknya pun berharap tentunya kalau ada kerugian, agar kerugian itu diganti. Kerugian itu sekitar Rp9 miliar.

“Paling utama adalah, kalau mungkin terlapor ini masih beritikad baik untuk mengembalikan sejumlah kerugian yang dialami klien, saya siap Restorative Justice. Kemudian, bagaimana rumah-rumah yang sudah terjual itu agar bisa dimiliki orang yang betul-betul membelinya,” bebernya. (***)