Aksi Bela Palestina, Bupati Enrekang Ajak Masyarakat Berdonasi

Aksi Bela Palestina, Bupati Enrekang Ajak Masyarakat Berdonasi

ENREKANG, UPEKS.co.id — Aksi bela Palestina yang diformat dalam kegiatan tabligh akbar dengan mengusung tema “Dari Enrekang Bersama Palestina Menjaga Al-Aqsha” digelar di Masjid Agung Enrekang, Senin (18/12/2023).

Para peserta terdiri dari berbagai unsur dan kalangan, dari Forkopimda, Anggota DPRD, Kepala OPD, Kepala Kantor Kemenag,  Kepala instansi vertikal, Camat, dan masyarakat umum sekitar Kota Enrekang.

Bacaan Lainnya
 

Tampil sebagai pembicara adalah Ketua Baznas Enrekang, drh. H. Junwar, Bapak Bupati Enrekang, Dr. H. Baba. Tampil pula dari perwakilan MUI Enrekang, KH. Ambo Masa, dan pembicara utama, Sekjen Spirit Of Aqsha, KH. Dr. Umar Makka. Acara dipandu oleh Korlap aksi, Ilham Kadir.

Ketua Baznas Enrekang tampil lebih dulu menyampaikan bahwa kini, donasi yang terkumpul di Baznas yang khusus untuk Palestina sudah mencapai 250 juta lebih.

“Dan kami sudah kirim pada tahap pertama dan kedua sejumlah 200 juta, sisanya insya Allah akan kami kirim pada tahap ketiga sambil menunggu donasi yang terus berdatangan dari rakyat Enrekang,” jelas Junwar.

Sementara itu Bapak Bupati memberikan penekanan bahwa tragedi pembantaian di Gaza harus segera dihentikan, jika tidak maka korban akan terus berjatuhan.

“Oleh karena itu, kita semua berada di sini untuk mengambil bagian dalam meringankan penderitaan masyarakat Gaza. Kita sediakan donasi terbaik kita untuk saudara kita di sana. Dan jika belum juga mampu berdonasi, maka mengrimkan doa terbaik kita pun sudah bagian daripada dukungan terhadap mereka, jadi minimal kita doakan mereka,” papar Mantan Sekda Enrekang ini.

Wakil Ketua MUI Enrekang, KH. Ambo Masa, ketika tampil di atas mimbar dengan penuh semangat menjelaskan tentang kondisi masyarakat Palestina, khususnya Gaza bahwa mereka itu sedang dijajah, dikurung, dipersekusi, dan segala bentuk kekejaman mereka rasakan saat ini.

“Sementara penjajahan dalam konstitusi kita harus dihapus di muka bumi. Selanjutnya masalah kemanusiaan yang harua dikedepankan sebab nilai-nilai kemanusiaan sudah hilang bagi Zionisme, dan terakhir, tanah Palestina, khususnya Masjid Al-Aqsha adalah milik kita bersama, milik umat Islam, milik orang beriman, maka kita wajib berjuang membebaskan Al-Aqsha,” jelas Ambo Masa yang diakhiri dengan pekikan “Allahu Akbar!”

Pembicara utama, Sekjend Spirit Of Aqsha, KH. Dr. Umar Makka, menjelaskan terkait alasan-alasan kenapa umat Islam wajib membela Palestina, lebih khusus Masjid Al-Aqsha.

Alumni Beasiswa Kaderisasi Seribu Ulama Baznas ini menyampakain beberapa poin terkait posisi Al-Aqsha dalam agama.

“Nabi Muhammad itu selama diangkat jadi Rasul ia shalat menghadap Al-Aqsha, Al-Quds lebih banyak dibandingkan menghadap ke Masjidil Haram, Makkah. Sebab Nabi menghadap Al-Aqsha selama 14 tahun 5 bulan, sementara menghadap ke Masjidil Haram Makkah hanya 9 tahun. Itu artinya Al-Asha bagian sangat penting dalam agama,” terang alumni LIPIA Jakarta ini.

Selain itu, lanjut Umar Makka, Al-Aqsha itu merupakan sumber keberkahan bagi bumi dimana pun kita berada. Selama kita berniat berjuang membebaskan Al-Asha dan memuliakannya maka keberkahan akan meliputi bumi dimana kita berpijak.

Dan terpenting, shalat di dalamnya nilainya seribu kali lebih utama dibandingkan dengan shalat di masjid lain selain Masjidil Haram, dan Masjid Nabawi. Sebab kita hanya diperintahkan oleh Nabi untuk sering-sering bepergian jauh untuk mengunjungi Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsha.

“Dan di antara tiga masjid tersebut memiliki keistimewaan masing-masing. Masjidil Haram dan Masjid Nabawi itu dijaga langsung oleh Allah, tapi Masjid Al-Aqsha diserahkan kepada orang-orang beriman untuk menjaganya,” terang KH Umar Makka.

Dan terakhir, Pria kelahiran Palattae Bone ini mejelaskan bahwa, Masjidil Haram dan Masjid Al-Aqsha itu satu paket, keduanya dibangun oleh Nabi Adam Alaihissalam. Dan ini merupakan bantahan ataa tuduhan kaum Zionis bawa Masjid Al-Asha itu dibangun di atas Kuil Nabi Sulaiman.

“Karena itu, jika kita tak mampu datang ke Al-Aqsha untuk membebaskan dari cengkraman Zionisme, maka mari kita sediakan donasi terbaik kita untuk para pejuang pembebasan Al-Aqsha. Sadara kita berkorban di Gaza dan Palestina dengan nyawa dan harta ternyata bukan karena sekadar mempertahankan tanah dan harta mereka, tetapi yang terpenting, semua pengorbanan itu untuk Al-Aqsha”, tutur KH. Umar Makka.

Setelah itu dilakukan penggalangan dana berupa lelang syal Palestina, dan total komitmen donasi dengan lelang syal berjumlah 34 juta rupiah.

Koordinator Lapangan, Dr. Ilham Kadir menyampaikan terima kasih kepada para panitia dan peserta tabligh akbar.

“Walaupun tidak ramai yang hadir, karena panitia bekerja hanya sekitar tiga hari, namun pada prinsipnya yang terpenting adalah kita hadirkan edukasi tentang posisi Al-Aqsha secara khusus, dan Palestina secara umum dalam agama Islam. Suksesnya acara kadang dinilai dari kualitasnya, bukan kuantitasnya,” tutup Sekertaris Umum MUI Enrekang ini.(Sry)