Penyidik Kejati Geledah Kanwil BPN Sulsel, Sita 27 Bundel Dokumen

Penyidik Kejati Geledah Kanwil BPN Sulsel, Sita 27 Bundel Dokumen

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Tim penyidik Pidana Khusus Kejati Sulsel, melakukan penggeledahan di Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulsel, di Jl Opu Daeng Risadju, Kecamatan Mamajang Kota Makassar, Rabu (1/11/2023).

Selain di Kanwil BPN Sulsel, Tim Penyidik Pidsus Kejati Sulsel juga melakukan penggeledahan di rumah tersangka AA di Perumahan Bumi Aroepalla No U32 Kabupaten Gowa. 

Bacaan Lainnya

Penggeledahan itu dilakukan, setelah menetapkan dan menahan enam tersangka dugaan mafia tanah pada pembayaran ganti rugi lahan Proyek Strategis Nasional Pembangunan Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo Tahun 2021.

Kasi Penkum Kejati Sulsel, Soetarmi mengatakan, penggeledahan berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Kajati Sulsel Nomor : Print-1061/P.4/Fd.2/10/2023 tanggal 30 Oktober 2023 dan Penetapan Ijin Penggeledahan Nomor : 6/PenPid.Sus-TPK-GLD/2023/PN.Mks. tanggal 31 Oktober 2023 dari Pengadilan Tipikor Negeri Makassar.

“Penggeledahan kedua tempat tersebut, berlangsung secara serentak mulai pukul 13.15 wita dan masing masing tim telah mengamankan dokumen ataupun barang bukti lainnya terkait kasus tersebut, ” kata Soetarmi, Rabu (1/11/2023).

Adapun dokumen yang disita dari Kanwil BPN Sulsel, berupa 27 bundel dokumen yang terdiri dari Revisi Dokumen Perencanaan Pengadaan tanah Pembangunan Bendungan Passeloreng di kabupaten Wajo.

Kemudian, dokumen Perencanaan Jaringan Air Baku Passeloreng Kabupaten Wajo, dokumen tentang poin-poin tentang kawasan hutan passeloreng dan dokumen tentang gambarang kondisi areal bendungan passeloreng yang masuk dalam kawasan hutan.

“Termasuk juga peta genangan bendungan Paselloreng yang masuk dalam kawasan hutan, dan dokumen usulan perubahan kawasan hutan dalam rangka revisi RTRWP Sulsel dan penanganan kontrak, ” beber Soetarmi.

Sedang di kediaman tersangka AA, ditemukan beberapa dokumen terkait pengadaan tanah untuk pembangunan Bendungan Paselloreng Kabupaten Wajo, satu buah handphone merk Oppo milik Istri tersangka AA dan satu flashdisk milik tersangka AA merk toshiba 16 GB.

“Dokumen-dokumen maupun barang bukti tersebut, akan dilakukan penelitian dan selanjutnya diajukan penyitaan sebagai alat bukti surat dan barang bukti, ” ucap Soetarmi.

“Barang bukti itu, akan digunakan untuk pembuktian dugaan mafia tanah pada pembayaran ganti rugi lahan pada proyek strategis nasional pembangunan Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo Tahun 2021, ” sambungnya.

Kajati Sulsel, Leonard Eben Ezer Simanjuntak juga menegaskan, agar seluruh saksi saksi maupun pihak lainnya untuk tidak merintangi atau mengagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan perkara ini.

“Karena Tim Penyidik Kejati Sulsel tidak ragu menindak tegas para pelaku sesuai pasal 21 UU No. 31 tahun 1999 Jo UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tegas Leonard.(Jay)