Melalui Safari Subuh, Kapolrestabes Ingatkan Pentingnya Jaga Keamanan

Melalui Safari Subuh, Kapolrestabes Ingatkan Pentingnya Jaga Keamanan

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mukhamad Ngajib, melaksanakan Safari Subuh dengan Salat Subuh berjamaah di Masjid Babuttaubah, Jl Sultan Alauddin, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar, Selasa (7/11/2023).

Usai salat Subuh berjamaah, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mukhamad Ngajib mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepadanya.

Bacaan Lainnya

Khususnya kata Ngajib, karena bisa bersama-sama memakmurkan masjid dengan melaksanakan salat subuh berjamaah dan sekaligus bersilaturahmi dengan warga Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate Makassar. 

“Berbicara tentang keamanan, merupakan salah satu kebutuhan kita bersama agar terciptanya rasa aman serta pentingnya saling memuliakan, saling menghargai, dan saling menghormati sesama bertetangga, ” ucap Ngajib.

Ngajib pun menyampaikan, sesuai data saat ini di Kelurahan Mangasa Kecamatan Tamalate, sudah tidak pernah terjadi perang kelompok. Itu tidak lepas peran penting dari masyarakat setempat. Sehingga terciptanya situasi aman dan kondusif. 

Ngajib menyebut, di Kota Makassar masih sering terjadi perang kelompok salah satunya di Kecamatan Manggala. Dimana pelaku perang kelompok dengan mayoritas anak-anak di bawah umur. 

“Diduga ada pengkaderan, karena setelah kami mengamankan pelaku tawuran, pelaku tersebut ternyata hanya latihan perang kelompok. 

Kami dari pihak kepolisian, khususnya Polrestabes Makassar telah mengamankan kurang lebih 1.000 mata Busur serta pelaku tersebut telah kami proses, ” sebutnya.

Ngajib menjelaskan, permasalahan sosial lainnya di Kota Makassar, masih banyak beredar minuman ballo yang memabukkan. Dimana merupakan salah satu penyebab kriminalitas dan perang kelompok.

“Salah satunya yang terjadi di Kecamatan Tallo telah terjadi penganiayaan, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia dan pelakunya hingga saat ini masih kritis dirumah sakit. Itulah pentingnya saling mengingatkan satu sama lain agar senantiasa terciptanya rasa aman dan kondusif, ” jelasnya.

 Lanjut Ngajib menuturkan, permasalahan sosial lainnya di kota Makassar ialah orang tua yang masih memanjakan anak-anaknya yang masih dibawah umur. Belum memiliki SIM, itu kemudian diberikan fasilitas berupa kendaraan sepeda motor.

“Masalahnya lagi, terkadang kendaraan tersebut divariasi serta diganti knalpotnya dengan knalpot brong (bogar). Sehingga terkadang menganggu masyarakat lainnya yang melaksanakan ibadah dan kegiatan lain-lainnya,” tutupnya. (Jay)