Kejati Sulsel Tetapkan Dua Pejabat Perusahaan BUMN Sebagai Tersangka

Kejati Sulsel Tetapkan Dua Pejabat Perusahaan BUMN Sebagai Tersangka

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulsel, menetapkan dua tersangka pejabat perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selain menetapkan tersangka, keduanya langsung ditahan, pada Kamis (9/11/2023) malam.

Kedua tersangka itu, yakni berinisial ATL selaku Junior Officer PT. Surveyor Indonesia Cabang Makassar dan juga selaku Proyek Manager/Personal Incharge (PIC) dan MRU selaku Direktur Utama PT. Basista Teamwork.

Bacaan Lainnya
 

Penetapan tersangka ATL, berdasarkan Surat Perintah penetapan tersangka Kajati Sulsel Nomor 235/P.4/Fd.2/11/2023 tanggal 9 November 2023. Sedang penetapan tersangka MRU

Nomor: 236/P.4/Fd.2/11/2023 tanggal 9 November 2023.

 “Kedua tersangka dilakukan penahanan 20 hari kedepan, terhitung sejak 9 November 2023 hingga 28 November 2023 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 A Makassar,” kata Aspidsus Kejati Sulsel, Jabal Nur saat merilis kasus tersebut, Kamis (9/11/2023) malam.

Jabal Nur menceritakan, modus operandi dan perbuatan tersangka ATL adalah bekerjasama dengan tersangka TY, tersangka MRU kepada PT. CS, PT. IGS telah mebuat RAB sebesar Rp 30.547.296.983, untuk tiga pekerjaan/proyek jasa pengawasan, konsultasi dan pendampingan.

Dimana seolah-olah sesuai dengan bisnis/bidang usaha PT. Surveyor Indonesia. Selanjutnya tersangka ATL meminta dana ke PT. Surveyor Indonesia Pusat, dan setelah dana turun dari PT. Surveyor Indonesia Pusat, dana tersebut dimasukkan ke rekening pribadi Tersangka ATL.

Namun dana tersebut tidak dibelanjakan sesuai dengan RAB untuk tiga pekerjaan/proyek jasa pengawasan, konsultasi dan pendampingan. Dana itu digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka ATL dan diberikan juga kepada perusahaan PT. Basista Teamwork.

“Diberikan juga kepada PT. CS, kepada PT. IGS dan juga diberikan kepada tersangka TY sepala Cabang PT. Surveyor Indonesia Cabang Makassar yang telah ditahan tanggal 1 November 2023 lalu. Serta diberikan kepada beberapa pihak yang saat ini sedang dikembangkan Tim Penyidik,” ucap Jabal Nur.

Sedangkan terhadap tersangka MRU selaku Direktur Utama PT. Basista Teamwork telah bekerjasama dengan tersangka TY dan tersangka ATL melakukan rekaya pekerjaan jasa konsultasi penyusunan dokumen teknis dan administras, serta pendampingan dan monitoring pengadaan lahan yang berlokasi di Jl Jenderal Sudirman Jakarta

Tersangka MRU telah menerima dana dari PT. Surveyor Indonesia Cabang Makassar sebesar Rp. 8.630.100.580. Padahal kegiatan pekerjaan tersebut adalah fiktif dan uang tersebut telah digunakan oleh tersangka MRU untuk kepentingan pribadi, serta disalurkan kepada rekening pihak-pihak lain.

Selain itu, tersangka ATL juga menyalurkan dana kepada PT. CS sebesar Rp 6.558.145.974, dan kepada PT IGS sebesar Rp. 1.777.342.318. Dimana Tim Penyidik saat ini telah memanggil pihak PT. CS dan PT. IGS namun belum memenuhi panggilan Tim Penyidik.

“Akibat perbuatan para tersangka dan oknum-oknum lainnya menyebabkan PT. Surveyor Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp.20.066.749.555 berdasarkan temuan Satuan Pengawas Internal PT. Surveyor Indonesia Pusat, dimana saat ini sedang dilakukan perhitungan kerugian keuangan negara,” terang Jabal Nur. (Jay)