Kadis Koperasi: Pelaku Koperasi Harus Berani Pinjam Dana Perbankan

Kadis Koperasi: Pelaku Koperasi Harus Berani Pinjam Dana Perbankan

KOLAKA,UPEKS.co.id Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UMKM Kolaka Sultra Dr H Muh Azikin dalam pertemuannya dengan para pelaku Koperasi se Kabupaten Kolaka mengungkapkan bahwa dalam mengembangkan usaha koperasi, maka para pelaku Koperasi harus berani meminjam dana dari perbankan.

“Jadi kalau para pelaku koperasi mau tetap eksis dalam mengembangkan usaha perkoperasian, maka harus berani mengambil reziko meminjam dana dari perbankan,” ungkap Azikin dalam acara Forum Group Diskusi (FGD) dengan para pelaku usaha Koperasi berlangsung di aula Dinas Koperasi pada (21/11/23).

Bacaan Lainnya

Azikin dalam penjelasannya pada FGD dengan pelaku koperasi menjelaskan usaha koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia, dengan adanya FGD bersama pelaku koperasi untuk membicarakan bagaimana koperasi bisa berkembang, bertahan dan sehat.

“Koperasi yang maju dan sehat adalah koperasi yang bisa melaksanakan ART setiap tahun,” kata Azikin juga Kadis Ketahanan Pangan Kolaka. 

Selain itu kata Azikin pengurus Koperasi juga harus berpikir untuk mencari jenis usaha, baik yang dibutuhkan masyarakat diwilayah tempat koperasi berdiri seperti diwilayah koperasi banyak petani maka usaha yang dibuka kebutuhan penyediaan pupuk, maupun racun rumput atau racun serangga dan lainnya. 

“Jadi pengurus Koperasi juga harus cerdas melihat peluang usah disetiap wilayah, dan tentunya itu harus disepakati dengan semua anggota. FGD ini diharapkan ada kesimpulan yang disepatukati sehingga menjadi rujukan setiap koperasi dalam mengembangan perkoperasian sehat dan maju,” pungkasnya. 

Sementara Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi, Nelly Dasir dikonfirmasi terkait data usaha koperasi di Kolaka. Nelly menjelaskan bahwa bahwa berdasarkan data yang ada usaha koperasi di Kabupaten Kolaka tercatat sekira 400 san. Dan diperkirakan aktif melakukan usahanya hanya sekira 146 koperasi.

Bahkan kata Nelly tahun 2023 ini pelaku koperasi yang melaporkan hasil RAT hanya sekira 50 koperasi saja.

“Tahun 2023 ini hanya 50 pengurus koperasi sudah melaporkan hasil RUPSnya,”ungkap Nelly. 

Dengan adanya FGD dilakukan dengan pengurus koperasi dan instansi terkait Dinas Koperasi selaku pembina, untuk membangkitkan semangat para pelaku usaha koperasi, memberikan edukasi bagaimana koperasi bisa tetap aktif dan diminati masyarakat.

“Jadi selaku instansi dalam membina koperasi pertemuan ini untuk memberikan edukasi dan semangat pelaku koperasi agar bis tetap aktif dalam menjalankan perkoperasian,”ujarnya. (pil)