Dosen UMI Gelar PKM di Desa Pucak

Dosen UMI Gelar PKM di Desa Pucak

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Tiga dosen tetap Yayasan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Ketiga dosen yakni, Ketua Prof Dr H Abdul Rahman Mus, SE., MS, anggota Dr Ramlawati, SE, MM dan Dr Muh Arif, SE, MP.

Ketua Tim Prof dr H Abdul Rahman Mus, SE MS mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menambah dan menumbuhkan pengetahuan masyarakat Desa Pucak terkait pengembangan produk ekonomis dari daun singkong yakni diproses menjadi keripik daun singkong.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini akan dilaksanakan di desa Pucak Kecamatan Tompubolo Kabupaten Maros, 9 September 2023 bulan lalu.

Berdasarkan analisis situasi di Desa Pucak Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros terdapat beberapa permasalahan yang muncul yakni masih minimnya akses informasi tentang berbagai jenis olahan produk berbahan dasar tanaman lokal yang sering dijumpai dilingkungan sekitar.

“Rendahnya motivasi masyarakat untuk memulai usaha sehingga diperlukan pendampingan bagi kelompok masyarakat agar mereka termotivasi untuk memulai usaha secara mandiri dengan memanfaatkan sumber daya alam sekitar,” ujarnya.

Lanjutnya Prof Abdul Rahman menjelaskan, dikarenakan penghasilan yang tidak menentu, mempengaruhi kemampuan ibu-ibu rumah tangga dalam mengatur keuangan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal yang dilakukan kepada pihak desa, maka dapat disimpulkan permasalahan dan kondisi mitra di desa Pucak yakni, diketahui bahwa sumber pendapatan masyarakat desa Pucak adalah pendapatan harian yang nominalnya tidak menentu.

“Maka dari itu solusi yang ditawarkan kepada Desa Pucak Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros adalah tim pelaksanaan pengabdian akan melakukan sosialisasi serta praktek pembuatan produk ekonomis keripik daun singkong yang memiliki nilai jual dan dapat menambah pendapatan ekonomi rumah tangga,” terangnya.

Menurutnya, peluang dari usaha keripik daun singkong terbilang sangat prospektif dengan respon positif oleh berbagai kalangan masyarakat. Usaha keripik daun singkong menjadi suatu pilihan usaha olahan singkong yang menguntungkan hingga banyak orang yang tertarik dalam menekuni usaha tersebut.

“Solusi lainnya yakni usaha keripik daun singkong menjadi suatu usaha camilan unik yang menyajikan cita rasa nikmat, gurih dan lezat juga peminatnya sangat tinggi, jumlah peminatnya yang melonjak menjadikan usaha keripik daun singkong sebagai salah satu usaha berpotensi bagus dan juga cemerlang,” ungkapnya.

Lanjut disampaikan, berdasarkan permasalahan dan kondisi mitra yang telah ditemukan, diketahui bahwa sumber pendapatan masyarakat desa Pucak adalah pendapatan harian yang nominalnya tidak menentu.

“Solusi yang ditawarkan kepada Desa Pucak Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros adalah tim pelaksanaan pengabdian akan melakukan sosialisasi mengenai manfaat daun singkong dan praktek pembuatan kripik daun singkong dalam upaya peningkatan ekonomi rumah tangga bagi para pelaku UMKM dan Ibu Rumah Tangga di Desa Pucak,” ujarnya.

Sementara itu, Dr Ramlawati, SE, MM, mengatakan, kegiatan ini akan menambah pengetahuan serta kemampuan para Ibu Rumah Tangga dalam memproduksi dan memasarkan produk keripik singkong. Untuk memecahkan masalah tersebut diperlukan pengetahuan, keterampilan dan penguasaan teknologi khususnya Teknologi Tepat Guna (TTG) atau teknologi yang mudah diterapkan dimasyarakat.

“Pengolahan produk Kripik daun singkong ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi yang sederhana sehingga mudah untuk dikembangkan. Pengetahuan dan keterampilan pembuatan kripik daun singkong perlu diketahui dan dimiliki oleh anggota kelompok mitra. Selain itu kelompok mitra memerlukan juga pengetahuan teknologi pengemasan, pembukuan /analisa keuangan dan pemasaran,” katanya diamini tim anggota lainnya, Dr Muh Arif, SE, MP. (rls)