Dinas Pertanahan Makassar Selamatkan Bangunan dan Tanah Kantor Disdik Makassar

Dinas Pertanahan Makassar Selamatkan Bangunan dan Tanah Kantor Disdik Makassar

Makassar, upeks.co.id- Dinas Pertanahan Kota Makassar berhasil menyelamatkan dan menguasai kembali bangunan dan tanah senilai Rp25 milyar eks Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar yang terletak di Jalan Hertasning, Kelurahan Kassi-Kassi, Kecamatan Rapocini, Sabtu 18 November 2023.

Menurut Kepala Bidang Pengadaan dan Pemanfaatan Tanah Dinas Pertanahan Kota Makassar, Ismail Abdullah, sebelumnya sempat ada surat dari salah seorang warga yang mengklaim bahwa tanah eks dinas pendidikan ini merupakan miliknya berdasarkan rinci yang mereka miliki. Namun belum sempat dibalas telah dilakukan pembangunan pagar.

Bacaan Lainnya

“Ada oknum warga yang mengklaim tanah eks dinas pendidikan ini sebagai lokasi milik mereka berdasarkan rinci yang mereka miliki, namun kami belum membalas suratnya, bahwa ini tercatat sebagai aset kami yang tercatat di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Makassar dan bukti pencatatannya ada di kami,” terang Ismail Abdullah.

Ismail menegaskan eks kantor dinas pendidikan ini merupakan aset milik Pemkot Makassar sehingga tak satupun orang yang berhak menguasai, apalagi membangun bangunan di atasnya. Olehnya itu, apa yang dilakukan ini lanjut Ismail merupakan lanjutan program pengembalian fungsi fasum dan penyelamatan aset milik Pemkot Makassar.

Sebelum melakukan penertiban Ismail mengaku, bahwa pihak dinas pertanahan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kasi Datun Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, Satpol PP dan dinas tata ruang.

Dalam penertiban ini, Tim yang terdiri dari dinas pertanahan, Satpol PP, dinas tata ruang dengan disaksikan Kasi Datun Kejari Makassar melakukan penertiban dengan merobohkan pagar tembok yang dibangun di atas tanah eks kantor Disdik, oleh oknum yang menklaim lahan tersebut.

“Meskipun yang dibangun hanya pagar tembok, namun itu bukan bersumber dari APBD dinas pendidikan melainkan punya oknum yang mengklaim, sehingga kami harus merobohkan karena itu bagian dari penyerobotan karena di bangun di atas tanah Pemkot Makassar,” jelas Ismail.