Aksi Bejad Ayah Tiri Setubuhi Anak Tiri Selama 3 Tahun

Aksi Bejad Ayah Tiri Setubuhi Anak Tiri Selama 3 Tahun

ENREKANG,UPEKS.co.id— Polres Enrekang menggelar Konferensi Pers kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di salah satu Kecamatan di wilayah hukum Polres Enrekang.

Kegiatan dipimpin Wakapolres Enrekang Kompol Sudarman, Selasa (28/11/2023).

Bacaan Lainnya
 

Wakapolres memaparkan kronologis kekerasan seksual yang pelakunya adalah ayah tiri atau suami kedua ibu korban.

Wakapolres didampingi Kasat Reskrim Polres Enrekang AKP Abd. Halim Lau, Iptu Agung Yulianto Kasi Humas dan Briptu Yulianti Ps. Kanit PPA Polres Enrekang.

“Ini kasus persetubuhan atau perbuatan cabul terhadap anak. Korban adalah TA umur 13 dan tersangka adalah KA umur 31 tahun. Tersangka kesehariannya bekerja sebagai petani,” ujar Kompol Sudarman.

“Hubungan tersangka dengan korban adalah ayah tiri. Suami kedua dari ibu korban yang dinikahi secara sirih. Persetubuhan pertama kali terjadi pada tahun 2021 saat korban masih duduk di bangku sekolah dasar hingga bulan Oktober 2023 dirumahnya saat ibu dan adik korban sedang tidak berada dirumah,” tambah Wakapolres.

Tambahnya, saat ibu dan adiknya tidak dirumah, tersangka melancarkan aksinya dengan masuk kedalam kamar korban lalu meminta kepada korban untuk melakukan persetubuhan dengan cara memaksa sehingga  korban dalam keadaan takut dan tidak berani melakukan perlawanan.

Sejak itulah tersangka terus melancarkan aksi bejatnya dengan melakukan persetubuhan terhadap korban yang merupakan anak tirinya sendiri.

“Atas kejadian tersebut korban trauma. Pada saat korban berkunjung ke rumah keluarganya dia takut pulang ke rumahnya. Disitulah korban menceritakan kepada paman dan tantenya bahwa dia telah disetubuhi oleh bapak tirinya,” Pungkas Wakapolres.

Perlakukan ayah tiri ini dilakukan berulang kali dan setiap akan menyetubuhi korban, pelaku selalu mengancam sehingga korban dengan terpaksa menuruti kemauan bejat Bapak tirinya.

Saat ini tersangka sudah mendekam dalam jeruji besi Polres Enrekang. Pihak Kepolisian telah melakukan serangkaian proses hukum dalam perkara ini, termasuk saksi, bukti-bukti, hasil visum dan semua yang mendukung proses hukum perbuatan ayah tiri.

Atas perbuatannya, KA diancam hukuman penjara paling singkat  5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda Rp5 miliar. (Sry)