Airnav Indonesia dan IBK Nitro Webinar Nasional Membahas Transformasi Human Resources Management Menuju Human Cafital Management di Era Industri 4.0

Airnav Indonesia dan IBK Nitro Webinar Nasional Membahas Transformasi Human Resources Management Menuju Human Cafital Management di Era Industri 4.0

JAKARTA, UPEKS.co.id – Airnav Indonesia merupakan salah satu anak perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pemanduan lalu lintas udara. Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia (KBUMN RI) yang didirikan tanggal 13 September 2012.

Selain bertugas mengelola sektor darat dalam hal ini bandar udara dengan segala tugas turunannya, lembaga ini juga bertanggung jawab mengelola navigasi Penerbangan.

Bacaan Lainnya
 

Webinar Nasional ini dihadiri oleh Perwakilan Airnav Seluruh Indonesia sebagai peserta, dan dipandu oleh Ibu Prudence Patricia H.Palinggi sebagai Moderator sekaligus sebagai Karyawan Air Nav Indonesia Makassar Sulawesi Selatan.

Webinar kali ini mengangkat tema “Transformasi Human Resources Management Menuju Human Cafital Management Di Era Industri 4.0”. Dr.Rosnaini Daga yang juga Direktur Pascasarjana Institut Bisnis dan Keuangan Nitro Makassar hadir sebagai narasumber.

Dr. Rosnaini menyampaikan bahwa baik human resources management atau human capital management sama-sama memiliki tugas untuk mengelola data setiap karyawan. Data ini berperan penting dalam peningkatan kualitas SDM, penyusunan program, penetapan target perusahan, pengembangan, dan sebagainya.

Keuntungan terbesarnya adalah Revolusi Industri 4.0 mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kualitas hidup. Orang dapat bekerja lebih baik dan waktu yang lebih sedikit, dan kebutuhan mereka dapat dipenuhi secara lebih efisien dan dalam platform digital.

“Dengan demikian semua pekerjaan rutin akan hilang karena akan dikerjakan oleh robot dan peran individu dalam organisasi akan berhubungan dengan aktivitas audit, berinovasi dan berfikir kritis,” ucap Rosnaini Daga.

Ada dua generasi yang bergabung di era Industri 4.0 yakni generasi milenial (lahir tahun 1980-1995) dan sebentar lagi generasi z (lahir 1995-sekarang). Di mana mereka akan mengacaukan rencana yang telah disusun oleh generasi sebelumnya.

Generasi ini pula yang pertama kali membawa dan mengenalkan teknologi digital ke dalam organisasi/industri. Teknologi informasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan dunia kerja dan sosial media menjadi makanan sehari-hari generasi ini.

Oleh karenanya, sambung Rosnaini, arus informasi menjadi tidak terbendung. Terdapat tiga peran dasar teknologi yang bisa dijadikan dasar atas respon terhadap revolusi dalam hal teknologi, yaitu: pertama subtitute. Di mana teknologi dapat menggantikan sepenuhnya manusia dengan manampilkan aktivitas yang lebih efisien dan produktif.

Kedua integrator. Di mana teknologi adalah bagian dari aktivitas bekerja manusia guna meningkatkan kualitas aksi tapi tanpa mengganti kehadiran manusia. Dan ketiga mediator. Dimana teknologi adalah platform untuk memediasi kehidupan manusia dari isu personal ke hubungan sosial. (mah)