428 Guru Profesional PPG Dalam Jabatan UIN Alauddin Resmi Dikukuhkan

428 Guru Profesional PPG Dalam Jabatan UIN Alauddin Resmi Dikukuhkan

Makassar, Upeks– Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali mengukuhkan 428 orang Guru Profesional pada Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 1 Tahun 2023.

Pengukuhan ini digelar Hotel Four Points by Sheraton, Jalan Andi Djemma, Kota Makassar, Selasa (7/11/2023).

Bacaan Lainnya

Para Guru Profesional ini dikukuhkan langsung Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis didampingi Dekan FTK UIN Alauddin, Dr Andi Achru M Pd serta Sekretaris Panitia Nasional PPG Kemenag RI, Mustofa Fahmi.

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis mengatakan, guru profesional perlu dibumikan diruang ruang publik sama halnya dokter, Professor.

Lebih lanjut, Mantan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga ini menuturkan, Guru Profesional adalah kontekstual bukan tekstual.

“Menjadi Guru Profesional harus menyampaikan pesan pembelajaran secara konteks, bukan berdasarkan teks,” jelasnya.

Penulis Buku Melawan Takdir ini menambahkan, Guru profesional adalah guru meniscayakan kepada ilmu pengetahuan takjub kepada ilmu.

“Guru Profesional tidak terjerumus dalam sistuasi wawasan sempit tidak terbuka tidak menerima pandangan orang lain. Olehnya itu, Bapak Ibu harus takjub kepada ilmu Pengetahuan,” pungkasnya.

Dekan FTK UIN Alauddin Makassar, Dr Andi Achru M Pd dalam sambutannya berharap, guru profesional yang dikukuhkan betul betul berkinerja.

“Kami berharap setelah kembali ke tempat kerja yang tadinya kinerja hanya 50 persen kalau perlu ditingkatkan sampai 150 persen karena dibalik tanggung jawab itu negara sudah memberikan apresiasi,” pesannya.

Dr Andi Achru M Pd meminta Guru Profesional mempertahankan kompetensi yang sudah di asa agar supaya bisa mengangkat harkat dan derajat guru dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Pertahankan kompetensi pedagogik, profesional serta sosial dan kepribadian agar bisa mengangkat harkat dan derajat guru itu ada pada diri bapak Ibu,” pungkas mantan Ketua UPT P2B UIN Alauddin Makassar ini. (rls)