Webinar Kemenkominfo: Etika Bebas Berpendapat di Media Sosial

Webinar Kemenkominfo: Etika Bebas Berpendapat di Media Sosial

 

MAKASSAR, Upeks.co.id — Media sosial adalah ruang terbuka bagi setiap orang untuk mengekspresikan diri.

Bacaan Lainnya

Dengan berbagai fitur yang dimilikinya, media sosial bisa menjembatani netizen dalam menyuarakan apa yang mereka pikirkan, rasakan dan inginkan.

Tombol like dan share, comment, ada tiga di antara sejumlah fitur yang bisa saja digunakan untuk memberi respon atas tayangan postingan di medsos.

Sayangnya, banyak orang tidak bijak dalam menggunakan tiga fitur tersebut. Perilaku atau tindakan memberi respon berlebihan, kadang membuat orang tidak berfikir dua kali untuk membagikan postingan, memberi komentar atau menyukai sebuah unggahan konten di medsos.

Dalam Literasi Digital, hal tersebut akan dibahas melalui Etika Digital. Dan pada kali ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kembali menggelar webinar Literasi Digital yang melibatkan masyarakat Sulawesi Barat.

Webinar bertajuk “Etika Bebas Berpendapat di Media Sosial”, ini akan berlangsung pada Sabtu, 28 Oktober 2023 bersama masyarakat Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat.

Adapun pembicara dalam webinar tersebut salah satunya Dian Ikha Pramayanti, S.Pt., M.Si. Dosen STAI Al Muhajirin Purwakarta ini akan membahas Etika Digital.

Dalam paparannya nanti, ia akan membahas tentang bagaimana membangun semangat demokrasi di ruang digital, apa saja nilai demokrasi Indonesia yang bisa diaplikasikan di ruang digital, serta bagaimana menyuarakan demokrasi yang sehat dan positif.

Kemudian Dr. Meithiana Indrasari, S.T., M.M, selaku pembicara kedua akan membahas Kecakapan Digital.

Kenali dan pahami apa itu etika dan netiket, apa saja bentuk normatif dari etika dan netiket dalam ruang digital, dan bagaimana penerapannya di internet, adalah beberapa poin yang akan ia sampaikan.

Sementara pembicara ketiga, Ir. M. Adhi Pranowo akan membahas Budaya Digital.

Bagaimana menjadi masyarakat digital yang berbudaya Indonesia, bagaimana membangun perilaku netizen yang sesuai pancasila, dan
Apa itu masyarakat digital berbudaya Indonesia, serta bagaimana cara mengikuti tren teknologi tanpa harus kehilangan nilai dan budaya Indonesia, adalah beberapa poin yang akan ia bahas.

Kegiatan ini akan dipandu Mohamad Sahril, bersifat gratis dan terbuka untuk umum. Calon peserta cukup meng-klik link ini:
https://s.id/registrasikabmamuju_2810 dan akan terhubung dengan form registrasi untuk mendapatkan token beserta link zoom yang akan menghubungkan mereka dengan ruang seminar.

Peserta yang beruntung, akan mendapatkan hadiah menarik berupa dompet digital. Semua peserta akan mendapatkan E-sertifikat. Khusus bagi mereka yang baru dalam mengikuti kegiatan seperti ini, tentu akan menjadi pengalaman berkesan bagaimana belajar, menambah pengetahuan tentang Literasi Digital. Makanya, bagi anda yang belum pernah mengikuti kegiatan yang dilaksanakan Kemenkominfo, ini adalah kesempatan yang baik untuk anda.

Untuk diketahui pada 2023 ini, Kominfo memfokuskan kegiatan Literasi Digital di wilayah Sulawesi dan sekitarnya. Sejak Februari tahun ini, pihak penyelenggara sedikitnya telah melaksanakan puluhan kegiatan serupa dan memfokuskan kegiatan di beberapa kabupaten di Sulteng, Sulbar dan Sulut.

Sejak 2021, Kominfo telah melaksanakan kegiatan Literasi Digital kepada 14.641.097 orang. Pada tahun 2022 juga menargetkan 5.500.000 orang. Kominfo menargetkan kegiatan ini bisa menyasar 50 juta orang penduduk Indonesia pada tahun 2024.

Karena itu, dibutuhkan penyelenggaraan Kegiatan literasi digital yang massif di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun wawasan dan pengetahuan terkait Literasi Digital dalam bentuk Seminar dan Diskusi secara online dengan target penduduk di wilayah tersebut, khususnya di segmen Komunitas.(rls)