Tak Ada Tinta, Blanko Dan Print Yang Rusak Jadi Keluhan Masyarakat Di Kantor Diskucapil 

Tak Ada Tinta, Blanko Dan Print Yang Rusak Jadi Keluhan Masyarakat Di Kantor Diskucapil 
ENREKANG, UPEKS.co.id — Salah seorang warga mengeluhkan buruknya pelayanan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang. Pasalnya, Ibu Risma datang akan mengurus pembuatan KTP dan Kartu Keluarga tapi setelah antri berjam-jam ternyata apa yang dia harapkan tidak bisa dia dapatkan pasalnya printer dan peralatan untuk mencetak KK dan KTP rusak.
” Banyak orang yang antri disana Bu. Bahkan ada ibu-ibu yang uruskan anaknya KTP untuk kebutuhan kuliahnya tapi tidak bisa dilayani karena katanya rusak alatnya, tidak tinta dan tidak ada blanko. Saya juga dari tadi antri mau minta dibuatkan KTP dan KK untuk keperluan di BPJS tapi sampai sore saya antri ternyata alatnya rusak bu”. Kata Risma.
Terpisah, Kadis Capil Harwan Sawati saat dikonfirmasi Upeks, Rabu (25/10/2023) mengakui jika alat dimaksud memang rusak. Dia mengatakan tak dapat berbuat banyak jika pelayanan terganggu karena memang bukan faktor kesengajaan.
“Mau mi siapa Bu kalau tidak bisa mencetak. Ini yang rusak print dan ini bukan faktor kesengajaan. Kecuali kalau kita tidak layani, tapi ini memang alat yang rusak jadi siapapun orangnya ya tidak bisa kita layani. Kita mau ganti tapi apa mau digantikan tidak ada anggaran”. Ujar Harwan.
Dia berharap alat ini masih bisa diperbaiki, karena untuk menggantinya dengan yang baru menurutnya hal itu tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan operator bisa perbaiki sehingga bisa digunakan kembali. Ini alat memang sudah sering rusak dan selalu ji diperbaiki kalau rusak”. Tutupnya.
Buruknya pelayanan di Diskucapil ini sudah sangat sering dikeluhkan masyarakat. Terutama jika ada masyarakat yang butuh layanan pencetakan KTP, selain blanko dan tinta yang habis alat juga sering rusak. Kantor layanan publik ini terkesan tak ada upaya melakukan peningkatan pelayanan dengan alasan tak ada anggaran.
Terpisah, Dahlan Kasim, salah seorang Tokoh masyarakat mengatakan dengan banyaknya keluhan masyarakat saat ini yang perlu dilakukan bagaimana pihak Diskucapil dan Pemerintah menyiapkan anggaran untuk pengadaan tinta, blanko dan print agar layanan untuk pembuatan KTP bisa berjalan dengan baik.
” Apalagi sekarang ini menjelang Pilpres dan Pilkada, tentu ada pemilih pemula yang pasti butuh KTP dan sampai sekarang belum ada peraturan dari PKPU yang bisa mengakomodir surat keterangan domisili melainkan yang diminta adalah fisiknya KTP. Jadi memang sangat penting pihak Diskucapil memikirkan itu. Saran saya tidak lama lagi kan ada pembahasan anggaran jadi tolonglah masukkan permintaan anggaran untuk peningkatan kualitas pelayanan di Diskucapil “. Tegas Dahlan Kasim. (Sry)