Program INKLUSI YKPM Sulsel-KAPAL Perempuan Beri Penguatan Pendidikan Politik

Program INKLUSI YKPM Sulsel-KAPAL Perempuan Beri Penguatan Pendidikan Politik
PANGKEP, UPEKS.co.id — Sebagai upaya memberikan penguatan pemahaman kepada pemilih perempuan khususnya di wilayah marginal seperti kepulauan, melalui Program INKLUSI YKPM Sulsel-KAPAL Perempuan melaksanakan kegiatan Pendidikan Politik bagi Kelompok Sekolah Perempuan di 10 Desa di Wilayah Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara dengan jumlah peserta sebanyak 54 orang, di Aula Kantor Camat Pulau Sabutung, Sabtu 21/10/23) lalu.
Koordinator Program INKLUSI YKPM – KAPAL Perempuan, Rosniati mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan pemilih perempuan yang cerdas dan kritis, mampu berpartisipasi dengan baik dalam Pemilu 2024.
“Bukan hanya sebagai pemilih yang sekedar datang ke TPS pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang tetap juga bisa mengambil peran yang lebih luas dalam pelaksanaan di TPS dengan menjadi penyelenggara serta kualitas pilihan terhadap calon yang dipilih,”katanya.
Menghadirkan  dua narasumber yang cakap di bidangnya, Rohani penggiat  demokrasi, Penulis dan merupakan Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) serta mantan Penyelenggara yang menangani devisi Perencanaan dan data pemilih di KPU Pangkep, dengan materi Mewujudkan Pemilu Inklusif. Dan materi lainnya yang tak kalah penting adalah bagaimana menangkal persoalan Hoax atau berita bohong dalam Pelaksanaan Pemilu 2024 yang dibawakan oleh Badauni AP, mantan jurnalis TEMPO dan saat ini bekerja di bidang pemberitaan dan publikasi Diskominfo Pangkep.
Materi ini dianggap tepat mengingat, Pemilu 2019 lalu persoalan Black campaigne para Tim sukses calon melalui penyebaran berita bohong (hoax) yang disebarkan secara massif di berbagai platform termasuk social media yang menjadi komsumsi harian tak terkendalikan bagi masyarakat dan terkadang memecah belah pendukung calon satu sama lain.
Salah satu peserta dalam kegiatan pendidikan politik ini, Masdalipa (45) merasa tercerahkan setelah mengikuti pendidikan politik yang dibawakan hampir lima jam ini, menurutnya dengan mengetahui sejak awal bagaimana harusnya Perempuan yang selama ini termarginalkan dari sesi Partisipasi untuk mengambil bagian sebagai pemilih cerdas berpotensi untuk menghasilkan perubahan jika memilih pemimpin yang tepat berdasarkan pemetaan program visi-misi mereka, serta dapat juga memutuskan bentuk Partisipasi seperti apa yang bisa dilakukan untuk mengawal Pemilu 2024 agar nantinya berlangsung secara demokratis di tengah masyarakat.
” Hampir 4 jam kami belajar soal Pemilu Inklusif yang akhirnya kami semua orang yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih memiliki kesetaraan yang sama tanpa terkecuali untuk menyalurkan hak politiknya di TPS apalagi pemilih terbanyak adalah pemilih perempuan, dan juga upaya maksimal pelayanan pemilih disabilitas yang harus aksesible,  bentuk Partisipasi juga bisa dilalukan dengan menjadi penyelenggara di tingkat TPS baik sebagai KPPS atau PTPS dan atau menjadi Pemantau Indpenden,” ujarnya.
Lebih lanjut,  Masdalipa juga bisa mengatakan bisa mengenali sejak awal bagaimana program dan visi-misi baka calon presiden yang saat ini sudah masuk tahapan pendaftaran di KPU.
“Dari tiga calon presiden dan dua calon pasangan yang sudah mendaftar di KPU, tadi kami bedah program dan visi-misinya, mana yang secara program masuk akal untuk diimplementasikan dan berpresfektif inklusif,” Tutupnya.
Pelatihan yang dilaksanakan, bagian dari Program INKLUSI yang bertujuan mewujudkan Gerakan Kesetaraan Gender dan Disabilitas untuk mengakses pengetahuan seputar Pemilu 2024 sebagai agenda besar Politik Bangsa, suara pemilih perempuan adalah mayoritas sehingga upaya mengawal Tahapan Pemilu 2024 hingga selesai bisa berlangsung secara demokratis,  aman, tertib dan bermartabat dan pada akhirnya kontestasi sekali dalam lima tahun ini melahirkan pemimpin yang berkualitas dan Inklusif di tengah masyarakat tanpa satupun yang tertinggal dalam menyalurkan hal pilihannya sebagaimana tujuan Pembangunan Nasional dan cita-cita luhur menuju Indonesia Emas 2045.
(Sah)