Primaya IVF Makassar Seminar ‘Kesuksesan Program Bayi Tabung Dilihat dari Usia dan Gangguan Infertilitas’

Primaya IVF Makassar Seminar ‘Kesuksesan Program Bayi Tabung Dilihat dari Usia dan Gangguan Infertilitas'

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Memiliki buah hati merupakan impian semua bagi yang sudah bersuami istri.

 

Bacaan Lainnya
 

Namun impian tersebut terkadang memburuh proses cukup panjang untuk mendapatkan bahkan sangat susah lantaran adanya gangguan bagi kedua pasangan suami istri.

 

Untuk mewujudkan hal tersebut. Primaya IVF Makassar konsisten memberikan edukasi program bayi tabung kepada masyarakat.

 

Kali ini, Primaya IVF Makassar menggelar edukasi bertajuk ‘Kesuksesan Program Bayi Tabung Dilihat Dari Usia dan Gangguan Infertilitas’.

 

Kegiatan ini diikuti puluhan pasangan di Ballroom Eboni 2, Gammara Hotel Makassar, Jl Metro Tanjung, Minggu (22/10/2023).

 

Edukasi tersebut menghadirkan tiga pembicara, yakni Prof Dr dr Budi Wiweko, dr Wahyuni Saddang, dan dr Rahmawati Thamrin.

 

Prof Budi menjelaskan, kegiatan ini untuk mengedukasi pasien tentang penyebab gangguan kesuburan.

 

“Ini tentang bagaimana menanganinya sampai dengan bayi tabung dan dimana bayi tabung bisa dilaksanakan di Kota Makassar,” jelasnya.

 

Secara khusus, kata dia, kegoatan ini mengedukasi tiga hal. Pertama, pasangan yang subur harus tahu kapan harus pergi ke dokter untuk memeriksakan kesuburan.

 

Kedua, pasien harus tahu apa penyebabnya dia tidak hamil. “Apakah karena sumbatan saluran telur kista, gangguan pematangan telur,” kata Prof Budi.

 

Ketiga, pasien harus tahu, apakah dengan minum obat saja atau dengan insiminasi bayi tabung dan kemana harus konsultasi.

 

Prof Budi pun mengajak pasangan yang belum memiliki keturunan bisa segera melakukan pemeriksaan.

 

Tujuannya agar mengetahui penyebabnya tidak bisa hamil, sehingga dilakukan program bayi tabung.

 

“Bayi tabung itu adalah teknologi yang sangat bisa menolong pasangan tidak bisa hamil bahkan faktor sperma. Bahkan, sperma yang nol bisa ditolong bayi tabung. Jadi suami dilakukan pembedahan jika spermanya yang dari buah zakar untuk kemudian ditemukan dengan sel telur,” papar Prof Budi.

 

Sementara itu, Direktur Utama PT. Anugerah Bangsa Indonesia, Ade Gustian Yuwono menambahkan, harga program bayi tabung sangat variasi, sesuai kebutuhan pasien.

 

“Ada yang mulai Rp50 jutaan, ada yang bisa sampai Rp88 juta,” tambah Ade Gustian. (**)