Pemprov Minta Kabupaten Kota Segera Lakukan Gerakan Pangan Murah   

Pemprov Minta Kabupaten Kota Segera Lakukan Gerakan Pangan Murah   

MAKASSAR, UPEKS.co.id – Tekad Pemrov Sulsel sudah bulat. Ingin menekan inflasi serendah-rendahnya. Langka demi langka mulai digencarkan. Termasuk meminta seluruh kabupaten kota seantero Sulsel segera menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kegiatan tersebut dimulai pada 2 Oktober lalu, hingga 3 November nanti, dan diselenggarakan di delapan daerah, sebagai bentuk stabilisasi pasokan dan pengendalian inflasi.

Bacaan Lainnya
 

Delapan daerah yang akan melaksanakan GPM, yaitu Kota Makassar di delapan Kecamatan, kemudian Kabupaten Bone, Kota Palopo,Parepare, Kabupaten Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Utara dan Bulukumba

Seperti diketahui, pengendalian inflasi menjadi salah satu program prioritas dari Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, dimana menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik menunjukkan, terjadi penurunan inflasi pada Agustus lalu, 3,53%, di September turun menjadi 2,33%.

Salah satu indikator sehingga terjadinya penurunan inflasi adalah, kegiatan operasi pasar yang dilakukan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, yang beberapa pekan terakhir dilaksanakan.

Pemerintah Kabupaten dan Kota diminta dapat melaksanakan kegiatan ini sebagai upaya dalam penurunan inflasi.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Andi Muhammad Arsjad, Rabu (4/10/2023) menjelaskan, pada September lalu, Penjabat Gubernur Sulsel telah mengeluarkan surat edaran terkait dengan Optimalisasi Penanganan Inflasi di Sulawesi Selatan.

Dalam surat tersebut, ada beberapa poin yang dilaksanakan, yaitu melaksanakan kegiatan operasi pasar, untuk pemantauan dan pengendalian harga bahan pangan strategis, khusunya komoditi yang berdampak pada inflasi daerah.

Selain itu, ia menambahkan melakukan stabilasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui Gelar Pangan Murah yang bekerjasama dengan Bulog, Perbankan, Forum CSR dan Mitra lainnya. “Tentunya koordinasi juga dengan Forkopimda dan Satgas Pangan terkait kegiatan ini,” kata Arsjad.

Menurutnya, salah satu kewajiban pemerintah kepada masyarakat adalah menjaga stabilitas pasokan, dan harga pangan pokok strategis termasuk mewujudkan keterjangkauan pangan kepada masyarakat.

“Kondisi beberapa bulan terakhir, terjadi kenaikan harga bahan pangan pokok strategis yang mempengaruhi daya beli masyarakat, sehingga mengurangi keterjangkauan masyarakat terhadap pangan pokok strategis, yang tetap harus dipenuhi agar dapat hidup sehat dan produktif,” ujar Arsjad.

Untuk itu, Arsjad menyatakan salah satu agar masyarakat dapat menjangkau pangan ini yaitu dengan Gerakan Pangan Murah, dan untuk kegiatan ini difokuskan di delapan daerah.

“Kami harapkan daerah lain, dapat melaksanakan GPM ini sebagai salah satu cara menjaga pasokan serta pengendalian inflasi,” paparnya.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur Sulsel  Bahtiar Baharuddin senang inflasi mengalami penurunan. Pencapaian itu dinilai tidak lepas dari beberapa kegiatan yang dilakukan langsung di lapangan, seperti operasi pasar hingga peninjauan Gedung Bulog. (*)