Polres Palopo Katakan Zona Merah Narkoba di Wilayah Hukumnya,

Pelajar Mulai Ditarget

Pelajar Mulai Ditarget

Palopo, Upeks.co.id — Kapolres Palopo AKBP Safi’i Nafsikin mengatakan Palopo sudah kategori zona merah narkoba, peredaran narkotika yang didominasi jenis shabu sudah sangat marak, ironisnya pelajar sudah jadi target bahkan mulai terlibat, hal ini disampaikan saat press release penangkapan narkona di wilayah hukum Palopo, Selasa (17/10), di Polres Palopo.

Meski telah melakukan sosialisasi tentang bahaya narkotika di sekolah namun diakui belum maksimal karena masih banyak pelajar yang terlibat, beberapa pelajar yang ditahan karena sebagian pelaku telah dilakukan diversi.  Pada press release tersebut Kapolres Palopo juga mengatakan ada indikasi jaringan narkoba Segitiga Emas berdasarkan bukti dan keterangan dari tersangka.

Bacaan Lainnya

“Dari bukti dan keterangan tersangka, Boby sabri alias Boby sabu yang ditemukan saat dia ditangkap didapatkan dari lelaki DV alias TPS.  Narkoba yang diedarkan berasal dari Pinrang yang kemungkinan ada indikasi keterlibatan jaringan Segitiga Emas narkoba, Fredy Pratama,” kata Kapolres.

Sebelumnya, Petugas kepolisian berhasil menemukan barang bukti yang disembunyikan Boby (24) berupa satu kantongan plastik merek indomaret warna putih biru.

Di dalamnya berisikan satu unit timbangan digital warna hitam, satu sachet ukuran besar berisi shabu. Total Shabu yang diamankan 36 gram.

Lalu 11 sebelas saset ukuran kecil yang diduga berisikan sabu. satu bungkus plastik bening (klip) ukuran 5×3 cm sebanyak 47 lembar, satu bungkus plastik bening (klip) ukuran 5×3 cm sebanyak 49 lembar.

Kemudian satu unit HP merek Oppo satu unit HP vivo warna hitam dan uang tunai sebanyak Rp 549 ribu.

“Berdasarkan keterangan Boby Sabri alias Boby narkotika jenis sabu yang ditemukan pada saat ditangkap ia dapatkan dari lelaki DV alias TPS yang sudah ditetapkan sebagai DPO Polres Palopo,” katanya.

Diketahui, Kasus Segitiga Emas narkoba dengan tersangka Fredy Pratama merupakan bagian sindikat bandar narkoba terbesar di Indonesia yang berdasarkan barang bukti disita, yakni sebanyak 10,2 ton sabu dari 2020 hingga 2023. ( echa)