Maros dan Sulsel Siap Gelar Pilkada Serentak 2024

Maros dan Sulsel Siap Gelar Pilkada Serentak 2024

MAROS, UPEKS.co.id– Berkunjung ke Maros, Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin menghadiri empat kegiatan. Senin (2/10/2023).

Adapun kegiatan tersebut diantaranya, Penandatanganan Bersama Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemerintah Kabupaten Maros dengan KPU Maros dan Bawaslu Maros di Ruang Aula Kantor Bupati Maros. Selain itu juga dilaksanakan Deklarasi Pemilu Damai.

Bacaan Lainnya
 

Ia menyebutkan, hal luar biasa yang dilakukan oleh Bupati Maros dan jajaran terkait kegiatan tersebut dan mengapresiasinya. Bahwa patut menjadi contoh secara nasional. Karena pemerintah dan DPRD, bersama KPU, dan Bawaslu, menetapkan direncanakan Pilkada tahun depan di Bulan September, sehingga anggaran sudah siap.

“Maka hari ini Kabupaten Maros, seperti keterangan KPU, adalah kabupaten dan kota  ke-13 se Indonesia, kedua di Sulsel bersama (setelah) Gowa. Kalau Kabupaten Gowa bisa melakukan NPHD, kami juga di provinsi. Kenapa kabupaten dan kota lain tidak bisa? Kan sama-sama pake APBD,” kata Bahtiar.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri ini menegaskan agar kabupaten/kota dan provinsi untuk mengikuti dan menegakkan aturan Undang-undang.

Menteri Dalam Negeri juga telah mengingatkan, daerah diminta untuk benar-benar menyiapkan anggaran Pilkada Serentak 2024 sesuai ketentuan dan tepat waktu.

Dalam Surat Edaran Nomor 900.1.9.1/5252/SJ, yang ditandatangani oleh Mendagri Muhammad Tito Karnavian pada 29 September 2023 kemarin ini, menindaklanjuti edaran sebelumnya yang dikeluarkan pada Januari 2023 lalu.

Tito meminta pemda menyiapkan dana pilkada dalam dua tahun anggaran untuk menghindari tekanan pada APBD. Perinciannya, 40% melalui APBD 2023 dan 60% sisanya melalui APBD 2024.

“Saya tegas tidak akan menandatangani APBD kabupaten dan kota yang tidak menyiapkan perintah konstitusi terkait kesiapan anggaran Pilkada. Tahun ini harus 40%, dan tahun depan 60% karena kita menyelamatkan proses transisi demokrasi kita. Saya kira itu penting bagi kita,” tegasnya.

Adapun Kabupaten Maros, total untuk anggaran KPU Rp31 miliar lebih dan

Bawaslu sekitar Rp11,3 miliar lebih.

“Sekali lagi terima kasih atas prestasi baik hari ini, dari Maros kita suarakan dan beri sinyal kepada seluruh Indonesia bahwa Maros dan Sulsel siap menggelar Pilkada Serentak Tahun 2024,” pungkasnya. (*)