Kesekian Kalinya Bupati Basli Ali Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Fery Pasilambena

Kesekian Kalinya Bupati Basli Ali Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Fery Pasilambena

Selayar, Upeks.co.id- Setelah sehari sebelumnya meninjau sejumlah proyek pembangunan di wilayah Kecamatan Pasimarannu, Bupati Kepulauan Selayar Muh. Basli Ali kembali tinjau proyek pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Fery yang ada di Pulau Kalotoa Kecamatan Pasilambena, Rabu (18/10)

Diketahui Kunjungan kelokasi proyek dilakukan oleh Bupati yang kesekian kalinya, hal ini dilakukan guna memastikan pembangunan pelabuhan berjalan sesuai rencana dan tepat waktu.

Bacaan Lainnya

“Dengan peninjauan ini kita harapkan pembangunannya dapat terlaksana sesuai target serta dapat rampung tepat waktu,” harap Bupati Basli Ali

Ia menambahkan, kedepannya dengan terealisasinya proyek pembangunan tentu akan memberikan fungsi yang sangat besar bagi masyarakat khususnya peningkatan roda perekonomian dan kesejahteran masyarakat.

Sementara itu, Afandi, Site Manager proyek kepada Bupati, ia melaporkan bahwa progres pengerjaan saat ini sudah  mencapai 33 persen dengan masa kerja selama empat bulan.

“Kami mulai kerja Bulan Juli 2024 dan Progresnya, sudah 33 persen, targetnya pengerjaan 63 persen sampai Akhir Desember 2023, dan ditargetkan  rampung 100 persen pada Bulan Juli 2024” ungkapnya

Ia juga menyampaikan bahwa kendala yang sering terjadi pada pengerjaan proyek ini adalah faktor cuaca, namun demikian ia mengaku pihaknya akan bekerja maksimal untuk merampungkan sesuai yang waktu yang ditargetkan.

Terpantau dilokasi proyek, telah berdiri puluhan tiang pancang sebagai penyangga lantai pelabuhan yang akan dibangun, begitupun dengan sarana pendukung pelabuhan seperti kawasan terminal penumpang juga sudah mulai ada geliat pengerjaan.

Kadis Perhubungan, Drs Suardi yang ikut serta mendampingi Bupati dalam peninjauan ini, mengatakan bahwa  Kabupaten Kepulauan Selayar mendapatkan tiga Proyek Pembangunan Penyeberangan Fery dari APBN dengan Total Anggaran Sekitar 200 milyar rupiah, lokasinya ada di Kecamatan Pasimarannu, Taka Bonerate dan Kecamatan Pasilambena. (Sya)