FKUB Sulsel Gelar Gebyar Kerukunan Pemuda Lintas Beragama   

FKUB Sulsel Gelar Gebyar Kerukunan Pemuda Lintas Beragama   

Makassar, Upeks–Eksistensi kerukunan sangat penting, disamping karena merupakan keniscayaan dalam konteks perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM), juga karena kerukunan ini menjadi prasyarat bagi terwujudnya integrasi nasional, dan integrasi ini menjadi prasyarat bagi keberhasilan pembangunan nasional.

Forum Kerukunan Umat Bersama Provinsi Sulawesi Selatan  Dalam  Merawat Kerukunan  Menggelar   Gebyar Kerukunan  Pemuda Lintas  Beragama  Di Anjungan Bira Pipo Mall, Minggu,  8 Oktober 2023.

Bacaan Lainnya
 

Kegiatan ini dikemas dengan melaksanakan  dialog kerukunan, pentas seni dan diawali dengan  doa bersama  pemuda lintas beragama. 

Kegiatan dibuka langsung Kepala Badan  Kesbanpol Sulsel  diwakili Oleh Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya, Agama  dan Ormas  Dr. Rais Rahman, S.Stp, M.Si. 

 “Berbicara kerukunan tidak cukup hanya berdialog  sehingga kegiatan yang dilaksanakan oleh FKUB Provinsi Sulsel ini sangat tepat karena disamping berdialog juga melakukan  pentas seni antar pemuda lintas agama sehingga nampak kerukunan itu terjalin,”ujarnya.

FKUB Sulsel Gelar Gebyar Kerukunan Pemuda Lintas Beragama   

Sementara Ketua  Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulsel Prof.Dr.H. Rahim Yunus, MA menyampaikan, semua agama mengajarkan kerukunan, sehingga agama idealnya berfungsi sebagai faktor integratif. 

“Hanya saja, di era reformasi yang notabene mendukung kebebasan ini, muncul berbagai ekspresi kebebasan, baik dalam bentuk pikiran, ideologi politik, faham keagamaan, maupun dalam ekspresi hak-hak asasi. Sehingga  kegiatan seperti yang digelar ini masih perlu senantiasa digalakkan,” ungkapnya. 

Tampil sebagai narasumber dalam dialog pemuda lintas agama merupakan  utusan  dari 6 majelis. 

Disela-sela acara ditampilkan  pentas seni dari  utusan semua pemuda lintas agama dengan menampilkan   seni  masing-masing yakni Islam menampilkan musik hadroh, Konghucu  dan Kristen menampilkan menyanyi bersama, Hindu menampilkan Tari Bali, dan Buddha menampilkan Senam Eco. 

Di ujung acara pengumuman hasil pemenang lomba konten kerukunan yang dilaksanakan oleh FKUB Sulsel. (rls)