Dinas Pertanian Maros Selamatkan 210 Hektare Tanaman Padi Petani Dari Kekeringan Ekstrem

Dinas Pertanian Maros Selamatkan 210 Hektare Tanaman Padi Petani Dari Kekeringan Ekstrem


MAROS,UPEKS.co.id— Dinas Pertanian Kabupaten Maros, berhasil menyelamatkan 210 Hektare lahan tanaman padi milik warga di Kecamatan Maros Baru dari ancaman puso atau gagal panen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Maros Agustam Minggu (8/10/2023).

Bacaan Lainnya

Agustam mengatakan sejak awal pihaknya telah mempertimbangkan dampak dari El Nino Kemarau berkepanjangan yang melanda berbagai sektor.

“Dari awal kita sudah mempertimbangkan dampak dari pada El Nino, jadi makanya banyak juga petani kita yang sudah tidak melakukan pertanaman, ini yang pertama langka antisipasi kita,” jelasnya.

Ia menyebutkan dampak dari kekeringan ekstrem ini sudah terjadi keseluruhan di 14 Kecamatan wilayah Maros hingga membuat banyak petani merugi karena gagal panen.

“Jadi saat ini dampak dari Elnino, memang secara keseluruhan 14 kecamatan kita ini terdampak, termasuk kategori puso berdasarkan data yang kami terima adalah bahwa di Kabupaten Maros itu, yang terdampak puso sampai dengan september ini kurang lebih 169 Hektare padi, sementara jagung itu yang terdampak puso sekitar 15 hektare,”teranya.

Meski luas lahan pertanian banyak yang mengalami puso karena kekurangan pasokan air, namun ia menyebut pihaknya juga berhasil menyelamatkan tanaman padi warga di wilayah pesisir.

“Akan tetapi memang kategorinya ada petani kita tidak menanam karena sudah memperhitungkan pada musim kemarau ini, wilayah terdampak puso tersebar di beberapa kecamatan seperti Maros baru 5 hektare, bontoa 154 hektare, dan di camba sendiri ada 10 hektare, Moncongloe jagung 5 hektare dan simbang 10 hektare ini semua yang terdampak puso,”ujarnya

Mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Maros ini pun menambahkan bagi petani yang sudah terlanjur melakukan pertanaman maka pihaknya akan memprioritaskan bantuan pengairan agar bisa panen tepat waktu meski di musim kemarau.

“Terhadap yang sudah terlanjur melakukan pertanaman kita usahakan pemberian prioritas untuk pengairan, jadi di kecamatan maros baru itu ada yang sempat kita selamatkan kurang lebih 210 Hektare, itu masih sempat kita selamatkan dan alhamdulillah dari 3 hari kemarin sampai hari ini di sana masih melakukan panen artinya meski kondisinya kemarau seperti sekarang ini tetapi masih bisa kita selamatkan dengan memberikan prioritas pengairan,” ungkapnya.

Adapun lahan pertanian warga yang berhasil di selamatkan berisikan tanaman padi varietas keerang dengan sumber bibit dari program mandiri benih Pemerintah Provinsi Sulsel. (***)