Diduga Perkosa Mantan Pacar, Oknum Polisi Terancam Dipecat

Diduga Perkosa Mantan Pacar, Oknum Polisi Terancam Dipecat

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Bid Propam Polda Sulsel mengambil tindakan tegas menghukum oknum anggota yang disebut telah melakukan pemerkosaan terhadap seorang wanita yang merupakan mantan pacarnya.

Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Zulham mengatakan, sebenarnya yang dilakukan anggota berinisial Bripda FA (23) bukan tindakan pemerkosaan sebagaimana yang ramai diberitakan.

Bacaan Lainnya

Dimana kata Zulham, ada hubungan layaknya suami istri yang dilakukan secara berulang kali kepada korban wanita berinisial M. Setidaknya menurut pengakuan FA, sudah delapan kali dilakukan hingga korban melapor.

“Data yang kami dapat dari hasil penyelidikan, dia (FA) melakukan hubungan badan layaknya suami istri dengan wanita tersebut sebanyak lima kali pada saat SMA. Mereka berhubungan sejak 2015. Kemudian, hubungan terus berlanjut hingga FA menjalani pendidikan kepolisian. Hingga delapan kali sudah berhubungan badan, ” kata Zulham.

Kendati demikian, dari hasil penyelidikan Bid Propam Polda Sulsel, FA dinilai terbukti melakukan pelanggaran. Oleh karena itu, akan dilakukan tindakan tegas dengan menghukum yang bersangkutan.

“Kami akan melakukan upaya penegakan hukum sesuai aturan berlaku. Kami terapkan Pasal 13 Ayat 1 PP Ayat 1 Tahun 2003 Tentang Pemberhentian Anggota Polri yang berbunyi, anggota Polri dapat diberhentikan dengan tidak hormat dari dinas Kepolisian RI karena melanggar sumpah dan janji anggota Polri melakukan pelanggaran kode etik,” tegasnya.

Tidak hanya itu, FA juga dinilai melanggar Pasal 5 Ayat 1 PP Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Etika Kelembagaan. Disitu, disebutkan bahwa setiap pejabat Polri wajib menjaga citra, soliditas, kredibilitas, reputasi, dan kehormatan Polri.

Kemudian pihaknya terapkan juga Pasal 8 Huruf C Angka 1 dan 2 Tentang PP Polri Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Kode Etik Profesi Polri. Di sini juga sama, setiap pejabat Polri dalam etika kepribadian wajib mentaati dan menghormati norma hukum dan agama.

Selanjutnya pasal 13 PP nomor 7 tahun 2022, bahwa setiap pejabat Polri dalam etika kepribadian dilarang melakukan perzinahan dan atau perselingkuhan.

“Jadi 4 pasal ini akan kami terapkan kepada anggota kita inisial FN. Yakinlah, kami akan memproses siapapun anggota yang terlibat dan pelanggaran akan kami proses,” tegasnya.

Menurut Zulham, penegasan dalam penindakan anggota yang melakukan pelanggaran juga berdasarkan pada perintah Kapolri dan Kapolda. Maka, tidak ada kata ampun bagi anggota yang melanggar.

“Kita akan tegas terhadap anggota yang melakukan pelanggaran. Apalagi dia melakukan pelanggaran sebelum dan sesudah anggota Polri, ” tegas Zulham saat merilis penanganan kasus tersebut di Mapolda Sulsel, Rabu (18/10/2023).

Di kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana memperingati setiap anggota di jajarannya agar tidak main-main dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara. Ia mengingatkan, bahwa Kapolda Sulsel Irjen Pol Setyo Boedi tidak akan tinggal diam.

“Hampir di setiap kesempatan Bapak Kapolda mengingatkan setiap pejabat harus selalu memberikan arahan ke anggotanya agar tidak melakukan pelanggaran yang adapat mencoreng citra Polri, ” imbuhnya.(Jay)