150 Calon Artis Makasar Ikuti Open Casting Film Karunrung 1995

150 Calon Artis Makasar Ikuti Open Casting Film Karunrung 1995

 

Makassar, Upeks.co.id — Sebanyak 150 calon artis mengikuti open casting untuk film layar lebar Karunrung 1995 yang digelar selama dua hari, Minggu dan Senin di Hotel Pantai Wisata, Makasar.

Bacaan Lainnya

Syuting film tersebut akan dimulai pertengahan November oleh production house Binasol, dariJakarta, dengan sutradara Sonny F Rimba.

Menurut Sonny, peserta open casting sangat antusias mengikuti acara dari pahi hingga petang.

“Saya akan memilih pemain yang berbakat dan sesuai dengan karakter yang dibutuhkan dalam film Karunrung 1995,” kata Sonny.

Open casting tersebut digelar untuk mencari pemain usia 2 tahun hingga 70-an tahun, baik pria maupun wanita.

“Sesuai jalan cerita, film ini membutuhkan pemain anak-anak hingga orangtua,” kata Sonny.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, film Karunrung 1995 diangkat dari sebuah kisah nyata yang terjadi di Jalan Karunrung, Makasar, pada 1995. Sebamyak tujuh warga dibunuh pada sekitar pukul 10.00 pagi. Setelah terjadi tragedi, rumah tersebut dikabarkan dihuni makhluk gaib.

Menurut Sonny, banyak versi cerita mengenai rumah tersebut yang berkembang hingga sekarang. Misalnya, ada sopir taksi yang diminta hantu di rumah tersebut untuk pergi ke sebuah tempat.

“Ada juga tukang sayur yang merasa melayani seorang perempuan di rumah tersebut. Padahal rumah itu kan kosong,” kata Sonny.

Menurut produser kreatif Nur Hidayat, cerita yang berkembang di masyarakat itulah yang akan diangkat ke layar lebar. Selain itu, juga akan ditampilkan gambaran peristiwa 1995 yang juga sudah banyak dikenal masyarakat Makasar.

“Kami akan menambahkan kronologi kejadian serta motif pembunuhan tersebut,” katanya.

Pemeran film Karunrung 1995 ini, kata Nur Hidayat, hampir seluruhnya berasal dari Makasar. Hanya ada satu pemain didatangkan dari Jakarta. Lokasi syuting juga di Makasar, tetapi tidak menggunakan rumah asli tempat terjadinya pembunihan. “Berdasarkan riset kami, lingkungan rumah itu sudah berbeda dengan kondisi tahun 1995 ” kata Nur Hidayat. (*)